PADANG, KP – Intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah Sumatera Barat mengakibatkan banjir bandang pada sejumlah lokasi di Kota Padang yang menyebabkan kerugian besar dan menelan korban jiwa. Data sementara mencatat 5 warga meninggal dunia, termasuk satu balita, dan satu orang belum ditemukan. Selain itu, puluhan rumah dan kendaraan rusak berat, ratusan orang luka berat dan ringan, serta dua jembatan putus.
Menanggapi situasi darurat ini, Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja (Wbr), Brigjen TNI Machfud turun langsung ke lokasi bencana, Kamis (27/11), untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Danrem Machfud mengunjungi dua lokasi terdampak parah, yakni Perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun dan Jalan Simpang Jawi Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Di kawasan Lubuk Minturun, Danrem mendapati pemandangan pilu, di mana terlihat beberapa rumah hancur dan banyak warga yang kehilangan tempat tinggal. Saat berinteraksi dengan para korban, Brigjen TNI Machfud memberikan dukungan moral dan memastikan pendistribusian bantuan logistik serta pengoperasian dapur lapangan telah tersalurkan dengan baik.
“Masyarakat tidak sendirian, seluruh jajaran akan terus bekerja melakukan evakuasi, pendistribusian logistik, dapur lapangan, serta pemulihan pasca-banjir. Semoga Allah SWT melindungi kita semua,” ujar Danrem.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Jalan Simpang Jawi, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam. Di sana, hampir seluruh wilayah tersebut terendam banjir yang mengakibatkan aktivitas warga lumpuh total. Didampingi Lurah setempat, Imra, Danrem meninjau warga yang berada di lokasi pengungsian.
“Kami memahami betapa berat situasi yang dihadapi. Prajurit jajaran Korem 032/Wbr senantiasa berada di tengah masyarakat,” tegas Danrem sembari menjamin bahwa TNI akan terus siaga mendampingi proses tanggap darurat hingga pemulihan pasca-bencana selesai.
Banjir yang melanda Padang ini juga mengakibatkan beberapa fasilitas publik mengalami kerusakan berat, menambah daftar panjang kerugian akibat dampak cuaca ekstrem tersebut. Proses evakuasi dan pembersihan material banjir terus dilakukan oleh TNI bersama tim gabungan dan relawan. (pen)