SOLOK, KP – Di tengah tekanan hidup yang semakin berat di era globalisasi, gangguan kesehatan jiwa rentan dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia.
Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, Dinas Kesehatan Kota Solok mengadakan pertemuan untuk Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa. Acara ini dilangsungkan di Aula Puskesmas Nan Balimo Kota Solok, baru baru ini.
Kepala Bidang P2P Hiddayaturrahmi, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, menekankan pentingnya pemahaman bahwa kesehatan bukan hanya sebatas fisik, tetapi juga mencakup kesehatan jiwa. “Siapa saja bisa rentan terganggu kesehatan jiwanya. Terlebih, jangan antipati terhadap pasien gangguan jiwa, tetapi berikan mereka perhatian dan kepedulian,” ujarnya.
Peserta pertemuan ini terdiri dari masyarakat kelompok rentan yang memiliki masalah gangguan kejiwaan, seperti ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan orang tua yang mempunyai anak usia Sekolah (Remaja). Sebanyak 45 orang peserta yang hadir merupakan masyarakat dari Kelurahan di Kota Solok yang merupakan wilayah kerja Puskesmas se-Kota Solok.
Dokter Spesialis Kejiwaan Sulistiana Dewi, sebagai Narasumber Ahli dari RS M. Natsir Kota Solok, menjelaskan bahwa kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang kesehatan mental juga menjadi faktor yang ikut berkontribusi terhadap tingginya prevalensi penyakit jiwa.
“Upaya preventif kesehatan jiwa ditujukan untuk mencegah terjadinya masalah kejiwaan, mencegah timbulnya atau kambuhnya gangguan jiwa, mengurangi faktor risiko akibat gangguan jiwa pada masyarakat secara umum atau perorangan, serta mencegah timbulnya dampak masalah psikososial,” ungkap Dewi.
Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental dan mengurangi stigma terhadap gangguan jiwa, sehingga masyarakat dapat lebih peduli dan memberikan perhatian yang lebih kepada kesehatan jiwa, tidak hanya pada kesehatan fisik semata.(van)