BUKITTINGGI, KP – DPRD Bukittinggi menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke-239, di Balai Sidang Bung Hatta, Jumat (22/12).
Ketua DPRD Bukittinggi Beny Yusrial menyampaikan, momen peringatan hari jadi kota perlu dimaknai dengan melakukan koreksi, introspeksi, dan evaluasi. Ia menekankan bahwa pembangunan Kota Bukittinggi tidak bisa terwujud tanpa kerjasama yang kuat antara Pemerintah Kota dan DPRD Bukittinggi serta dukungan dari masyarakat.
“Melalui koreksi, kita perbaiki tata kehidupan, melalui introspeksi kita ambil hikmah dari setiap kejadian, melalui evaluasi dari ikhtiar dan usaha yang telah kita lakukan, lalu kita bingkai catatan perjalanan hari ini dan ke depan dengan kerangka kerja yang produktif, kita design sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian,” ungkap Beny.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemko Bukittinggi atas keberhasilan dan prestasi yang telah diraih dalam berbagai bidang. Dia berharap agar inovasi baru dapat dikembangkan untuk mencapai masyarakat Bukittinggi yang lebih sejahtera, damai, dan agamis.
Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Rusdy Nurman, membacakan kronologis penetapan Hari Jadi Kota Bukittinggi yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Penetapan HJK bertujuan untuk mengetahui landasan historis kehidupan suatu kota.
“Dari nilai-nilai yang terkandung itu, terungkap dalam hasil seminar, bahwa Hari Jadi Kota Bukittinggi diusulkan pada tanggal 22 Desember tahun 1784. Setelah dipelajari dan dibahas oleh pansus DPRD, dapat menyetujui tanggal 22 Desember 1784 sebagai Hari Jadi Kota Bukittinggi,” jelasnya.
Ketua LKAAM Bukittinggi Fery Chofa Dt. Tun Muhammad menyampaikan, 22 Desember adalah hari bersejarah karena diperingati sebagai Hari Jadi Kota Bukittinggi dan Hari Ibu. Ia memberikan apresiasi kepada Walikota Bukittinggi atas capaian program dan kegiatan dalam membangun kota.
“Peringatan Hari Jadi ini kami berikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Walikota Bukittinggi maupun pemerintah kota Bukittinggi, atas capaian program dan kegiatan dalam membangun kota Bukittinggi dalam beberapa tahun belakangan ini,” ucapnya.
Ia juga memberikan beberapa masukan pada pemerintah, antara lain, mengenai program keuangan khusus untuk komite SMA/SMK dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal dalam kegiatan dan event yang diadakan.
Sementara, Walikota Bukittinggi Erman Safar memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan kota. Tagline peringatan hari jadi kota kali ini adalah ‘Kolaborasi untuk Bukittinggi Hebat dan Indonesia Maju’.
“Pemko Bukittinggi bersama DPRD akan selalu berupaya untuk menyusun program kegiatan pembangunan yang dapat menjadikan kesejahteraan warga kota sebagai prioritas utama,” ulasnya.
Gubernur Sumbar Mahyeldi diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Hansastri mengingatkan agar peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi bukan hanya seremonial tetapi juga menjadi momen evaluatif dan preskriptif. Pemerintah Kota memberikan penghargaan pada sejumlah tokoh Kota Bukittinggi sebagai bentuk apresiasi. (eds)