PAYAKUMBUH, KP – Empat klub sepatu roda asal Sumbar, termasuk dua klub dari Kota Payakumbuh, yakni Madani Inline Skate School dan Palito Inline Skate School, berlaga pada ajang internasional ‘Cabaran Kasut Roda Speed Terbuka Melaka 2025’, di Stadium Tun Fatimah, Taman Bandaraya Bukit Serindit, Melaka, Malaysia, 3–5 Oktober 2025 lalu.
Ajang bergengsi ini diikuti ratusan atlet dari berbagai negara Asia Tenggara. Keberangkatan dua klub asal Payakumbuh menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya mereka berangkat bersama membawa misi mengharumkan nama daerah di kancah internasional.
“Kami tidak berangkat untuk membuktikan siapa yang terbaik, tapi untuk membuktikan bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Anak-anak kami belajar bahwa kemenangan sejati adalah saat kita tumbuh bersama, saling mendukung, dan tetap rendah hati,” ujar Zulhendra, Ketua Madani Inline Skate School, Senin (6/10).
Empat atlet Madani Inline yang tampil di Melaka yakni Muhammad Raziq Mubarak, Kendra Mahardika, Alisha Khaira Putri, dan Nadhifatul Humairah. Sementara dari Palito Inline Skate terdapat Nisrina Fadhillah Putri, Rajwa Riyuni, Lubna of Cordoba, dan Diara El Syifa.
Para atlet muda berusia 7–12 tahun ini menunjukkan performa luar biasa dengan berhasil membawa pulang lima medali untuk Sumatera Barat.
Ketua Palito Inline Skate, Fernando atau akrab disapa Mak Lubuak, turut memotivasi para atlet muda agar terus berjuang dan pantang menyerah.
“Jangan takut jatuh, karena dari setiap jatuh itulah kalian belajar berdiri lebih kuat. Bawa nama Payakumbuh dengan hati, karena kalian mewakili mimpi anak-anak Sumatera Barat,” ujarnya bersemangat.
Sementara, Bimpres Madani Inline Skate sekaligus Koordinator Keberangkatan Event Melaka 2025, Essa Delina, mengungkapkan rasa bangganya atas semangat delapan atlet muda yang tampil maksimal.
“Mereka menunjukkan disiplin dan sportif sejak awal keberangkatan hingga lomba berakhir. Ini bukan sekadar prestasi, tapi proses pembelajaran luar biasa untuk masa depan mereka,” ungkapnya.
Pembina Madani Inline Skate School, Sepriyanto Chaniago, menegaskan pentingnya nilai sportivitas dalam olahraga.
“Sportivitas adalah jiwa dari setiap kompetisi. Tanpanya, kemenangan kehilangan makna. Saya bangga anak-anak kita tidak hanya menjadi juara di lintasan, tapi juga dalam sikap dan karakter,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih dan manajemen yang telah membina serta mendampingi para atlet muda hingga mampu menorehkan prestasi di level internasional. (dst)