Eksponen Reformasi 98 Sumbar Konsolidasi di Batusangkar

Eksponen reformasi 1998 Sumatera Barat menggelar pertemuan silaturahmi ‘Taragak Basuo’ di Batusangkar, Tanah Datar, Sabtu (25/10). Pertemuan ini menjadi ajang refleksi dan konsolidasi 27 tahun perjalanan reformasi.

TANAH DATAR, KP — Sejumlah eksponen reformasi 1998 Sumatera Barat menggelar pertemuan silaturahmi bertajuk ‘Taragak Basuo’ di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu-Minggu (25–26/10). Pertemuan ini menjadi ajang refleksi dan konsolidasi gerakan reformasi setelah 27 tahun berjalan di Indonesia.

Kegiatan dihadiri para aktivis reformasi 98 dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Mereka saling melepas rindu dan mempererat silaturahmi sembari membahas sejumlah persoalan bangsa yang dinilai masih jauh dari cita-cita reformasi.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, yang menerima informasi pertemuan tersebut, turut menyambut kedatangan para eksponen 98 di daerahnya. Ia mengapresiasi semangat para aktivis yang tetap menjaga idealisme perjuangan meski reformasi telah berlangsung lebih dari dua dekade.

Dalam diskusi, para eksponen menyoroti masih maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), lemahnya penegakan hukum, serta ketimpangan ekonomi yang kian melebar. Mereka juga menilai nilai-nilai demokrasi dan Pancasila belum sepenuhnya terimplementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Melalui pertemuan ini kita ingin melanjutkan perjuangan reformasi dan bersinergi mengawal jalannya di Sumatera Barat demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan beradab,” ujar Mukhtar Efendi, eksponen reformasi 98 asal IKIP Padang.

Sementara itu, Ahmad Khairudin dari Universitas Bung Hatta mengusulkan agar pertemuan berikutnya menghasilkan kesepakatan konkret terkait persoalan otonomi daerah. “Kita surati Mahkamah Konstitusi. Jika surat itu tidak disikapi, akan kita lanjutkan dengan langkah berikutnya,” tegas Ahmad yang disetujui rekan-rekannya.

Pertemuan ini menegaskan komitmen eksponen reformasi 98 Sumbar untuk terus mengawal cita-cita reformasi dan memastikan nilai-nilai perjuangan tersebut tetap hidup dalam praktik pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat. (jon)

Related posts

Pemko Padang Gandeng MAP Aviation, Buka Peluang Karier Aviasi bagi Pelajar

Pemko Padang Perkuat Pengamanan Aset dan Kepastian Hukum

DPKH Sumbar Dorong Legalitas Usaha, Ratusan Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi Perizinan Gratis