Kasus Rabies di Sumbar Naik 1000 Kasus dalam Setahun

Ilustrasi vaksin rabies.

PADANG, KP – Kasus penyakit rabies di Sumatera Barat (Sumbar) meningkat tajam pada tahun 2023 dengan 4000 kasus dan korban meninggal dunia sebanyak 6 orang. Pada tahun 2022 lalu, tercatat sebanyak 3000 kasus rabies.

Tingkat kesadaran masyarakat untuk menvaksinkan hewan pemeliharaannya dengan Vaksinasi Anti Rabies (VAR) masih rendah.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbar Sukarli di dampingi Kabid Keswan dan Kesmasvet, M. Kamil kepada KORAN PADANG, kemarin.

Disebutkannya, 6 orang yang meninggal dunia tersebut karena tak ditangani dengan cepat tanpa diberikan VAR.

Lebih jauh disebutkan, angka 4000 kasus tersebut hingga November 2023 dan sampai Desember 2023 kemungkinan bertambah.

Dikatakan, tingginya angka kasus rabies di Sumbar tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari banyaknya populasi anjing liar hingga rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk menvaksinasi hewan pemeliharaannya dengan vaksin VAR.

“Kita berupaya bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menvaksinkan VAR hewan pemeliharaannya,” kata Sukarli.

Menurutnya Hewan Penyebar Rabies (HPR) tak hanya anjing, namun juga pada kera dan kucing. Namun, 90 persen HPR tersebut berasal dari anjing.

Lalu, M. Kamil menjelaskan, dalam setahun DPKH Sumbar mampu menyediakan VAR untuk 50 ribu hewan. Sedangkan jumlah anjing liar tersebut diperkirakan sebanyak 400 ribu ekor.

Dari jumlah 400 ribu ekor tersebut paling banyak hanya sekitar 10 persen yang mendapatkan VAR tersebut.

Selanjutnya, tingginya kasus rabies di Sumbar juga diakibatkan dari banyaknya anjing dari luar terutama Provinsi Jawa Barat masuk ke Sumbar. Tercatat sebanyak 6.000 ekor anjing masuk ke Sumbar setiap bulannya untuk pencinta hobi berburu.

Namun, tidak seluruh anjing itu dipelihara dan ada juga dilepaskan sehingga menjadi anjing liar. Dengan demikian, bertambah jumlah populasi anjing liar di Sumbar yang sangat rentan menjadi HPR.

Ditambahkannya, untuk vaksinasi VAR diberikan gratis kepada masyarakat. Bila stok VAR habis, maka masyarakat bisa datang ke dokter hewan mandiri dengan biaya masing – masing. (eka)

Related posts

Banjir Bandang Rusak Infrastruktur dan Sawah Warga di Limapuluh Kota

Dubalang Kota Dievaluasi, Keamanan Berbasis Adat Diperkuat

Pemko Padang Siapkan Rp16 Miliar untuk Pelebaran Jalan Kurao–Maransi Hingga Bypass