PAYAKUMBUH – Sejumlah lahan pertanian di Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, terendam banjir akibat hujan lebat, Minggu sore (9/6). Selain terendam, lahan pertanian masyarakat juga terdampak angin kencang dan menyebabkan beberapa tanaman rebah.
Banjir yang merendam lahan pertanian padi dan seledri di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah (Nan Kodok), Kecamatan Payakumbuh Utara, diprediksi akan menyebabkan gagal panen. Genangan air akibat meluapnya aliran bandar menjadi penyebab utama kondisi ini dan kerap terjadi setiap kali hujan lebat turun.
“Bencana banjir yang terjadi Minggu menyebabkan lahan pertanian masyarakat di Kecamatan Payakumbuh Utara terendam, namun luas lahan yang terendam belum diketahui,” kata Kepala Dinas Pertanian Depi Sastra, Selasa (11/6).
Pihaknya akan melakukan pendataan terkait lahan yang terdampak banjir. Ia menerangkan, banjir merendam lahan pertanian padi dan sayuran.
Untuk mengantisipasi kerugian akibat bencana tersebut, Pemko Payakumbuh melalui Dinas Pertanian (Distan) terus mendorong masyarakat untuk mengasuransikan lahan pertanian mereka.
“Kami terus mendorong kesadaran masyarakat petani untuk mengasuransikan lahan pertanian mereka (AUTP), sehingga terhindar dari kerugian,” jelasnya.
Dengan membayar premi sebesar Rp36 ribu per hektare, petani bisa mendapatkan ganti rugi hingga Rp6 juta per hektare.
“Tahun ini ditargetkan luas lahan yang diasuransikan dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) mencapai 300 hektare,” pungkasnya. (dst)