Layanan Air Masih Terganggu, Pemerintah Jamin Solusi Jangka Panjang untuk Warga

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo didampingi Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumbar Mahyeldi, serta jajaran terkait meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun milik Perumda AM Kota Padang, Jumat (30/1).

PADANG, KP — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang, Jumat (30/1), untuk memastikan percepatan pemulihan layanan air bersih pascabencana hidrometeorologi.

Peninjauan dilakukan bersama Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumbar Mahyeldi, serta unsur terkait. Rombongan mendengarkan pemaparan kondisi intake dan jaringan perpipaan yang rusak akibat bencana, sekaligus mengevaluasi penanganan darurat dan rencana penguatan sistem penyediaan air bersih Kota Padang.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam menangani krisis air bersih. Ia menjelaskan, perbaikan intake dan jaringan perpipaan Perumda AM telah mencapai 98,9 persen dan ditargetkan rampung awal Februari. “Namun distribusi air belum optimal karena masih menggunakan pipa sementara, sehingga tekanan air ke pelanggan belum maksimal,” ujar Fadly Amran.

Ia menambahkan, Pemko Padang telah menggratiskan tagihan PDAM dan retribusi sampah pada Februari bagi sekitar 1.382 pelanggan terdampak. Selain itu, pemerintah kota mengusulkan pembangunan sekitar 200 sumur bor komunal gratis di wilayah rawan kekeringan sebagai solusi jangka panjang. “Menyikapi krisis air bersih, kami juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang agar kebutuhan air masyarakat lebih terjamin,” katanya.

Fadly Amran juga memaparkan kondisi IPA Gunung Pangilun yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan solusi permanen melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru sebagai bagian dari mitigasi bencana.

“Kami mengusulkan dua Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru berkapasitas 200 liter per detik dan 500 liter per detik. Salah satunya telah disetujui pemerintah pusat, yakni SPAM Palukahan dengan tambahan kapasitas 300 liter per detik,” ujarnya. Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pemulihan sekaligus penguatan sistem air bersih di Kota Padang.

“Kami memastikan penanganan krisis air bersih berjalan optimal pascabencana, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar sistem penyediaan air minum lebih aman, andal, dan tangguh terhadap bencana,” tegas Dody Hanggodo.

Di tempat yang sama Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal menjelaskan, IPA Gunung Pangilun berkapasitas 500 liter per detik akan digantikan dengan instalasi baru berteknologi modern. Instalasi lama peninggalan Grémont Prancis yang dibangun pada 1957 dinilai tidak lagi layak pascagempa.

“Instalasi baru akan dibangun di dekat intake Kampung Koto Gunung Pangilun di atas lahan sekitar 13.100 meter persegi dengan dukungan anggaran pusat Rp400 miliar. Proyek ini ditargetkan rampung akhir 2027 dan akan melayani sekitar 40.730 pelanggan atau 31 persen pelanggan Perumda AM Kota Padang,” jelasnya.

Selain meninjau IPA Gunung Pangilun, Menteri PU bersama rombongan juga meninjau Irigasi Gunung Nago dan Intake Palukahan Lubuk Minturun sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh sistem penyediaan air minum di Kota Padang. (red)

Related posts

Pemko Padang Gandeng MAP Aviation, Buka Peluang Karier Aviasi bagi Pelajar

Pemko Padang Perkuat Pengamanan Aset dan Kepastian Hukum

DPKH Sumbar Dorong Legalitas Usaha, Ratusan Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi Perizinan Gratis