LPM Kelurahan Limbukan Dinilai Tim Provinsi Sumbar

LEMBAGA Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, dinilai oleh tim penilai lomba LPM Terbaik tingkat Provinsi Sumbar, kemarin.

PAYAKUMBUH, KP – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, dinilai oleh tim penilai lomba LPM Terbaik tingkat Provinsi Sumatera Barat, kemarin.

Pj Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, diwakili Asisten I Dafrul Pasi, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus fokus pada pembinaan LPM.

“Selain pembinaan, kami juga mengalokasikan anggaran untuk LPM. Ini adalah bentuk keseriusan Pemko dalam mendukung tugas berat LPM, yang memerlukan dukungan dan pembinaan,” kata Dafrul Pasi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua LPM Kota Payakumbuh YB. Dt. Parmato Alam, Kepala OPD, Camat Payakumbuh Selatan Resti Desmila, Kapolsek Payakumbuh, lurah se-Kecamatan Payakumbuh Selatan, dan tokoh masyarakat.

Dafrul Pasi menyebutkan bahwa Pemko Payakumbuh menghadapi tantangan dalam memilih LPM terbaik karena semua LPM kelurahan memiliki peran penting. “Dari sekian banyak LPM, Kelurahan Limbukan dipilih karena telah memberikan dukungan signifikan dalam kemajuan kelurahan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa penilaian kelurahan terbaik bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga sebagai media dan wadah evaluasi pembinaan. “Kelurahan Limbukan memiliki 12 inovasi, potensi, dan unggulan dalam menangani masalah sosial dan pembinaan masyarakat, serta telah menjadi role model bagi LPM di Kota Payakumbuh. Kami berharap ini bisa menjadi model di Sumbar,” tambahnya.

Ketua Tim Penilai LPM Tingkat Provinsi Sumbar, Quartita Evari Hamdiana, mengatakan bahwa penilaian LPM berprestasi bertujuan untuk meningkatkan fungsi LPM. Penilaian ini mencakup evaluasi program LPM serta dukungan LPM terhadap kelurahan, kelurahan terhadap LPM, dan masyarakat terhadap LPM.

“Penilaian dilakukan dalam dua tahap, yaitu penilaian administrasi dan kunjungan lapangan. Berdasarkan penilaian administrasi, empat nominator ditetapkan, salah satunya adalah LPM Kelurahan Limbukan,” kata Quartita.

LPM Kelurahan Limbukan menjadi yang pertama dikunjungi dari beberapa kelurahan yang dinilai. Penilaian lapangan akan dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan.

Ketua LPM Limbukan, Alfiandri, menjelaskan bahwa terdapat 12 inovasi, potensi, dan unggulan yang telah dilakukan, antara lain Pasa Pabukoan, Kampung Wisata, Sumber Mata Air Pincuran Tigo Liruang Saiyo, Kampung Digital, TPST Kubang Gajah, Heterogenisasi Multietnis, Kerjasama/Kolaborasi, Posyandu Remaja, Pemuda Penggiat Anti Narkoba, UMKM dan Pelaku Usaha, Celengan Door to Door, dan Swadaya Masyarakat.

“Setiap inovasi memiliki perannya masing-masing. Misalnya, di Pasa Pabukoan, LPM bertindak sebagai pembina kegiatan dan berkomunikasi dengan pihak terkait, sementara di Kampung Wisata, LPM berperan dalam mendorong pengembangan dan terbentuknya Pokdarwis,” ujarnya. (dst)

 

 

Related posts

Pemko Padang Panjang Matangkan Regulasi KLA

Tanah Datar Raih Opini WTP ke-15, Tertinggi dalam Tindak Lanjut Rekomendasi BPK

Pertahankan WTP, Padang Pariaman Komitmen Jaga Transparansi Keuangan