LIMAPULUH KOTA, KP – Peluncuran Integrated Area Development berbasis Perhutanan Sosial (IAD HATTA) dan Penanaman Serentak se-Sumbar digelar di kawasan Ekowisata Kapalo Banda, Taram, Sabtu (25/1). Acara ini dihadiri Plt. Sekjen Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, didampingi Plt. Sekda Provinsi Sumbar Yozarwardi Usama Putra, serta jajaran Kementerian Kehutanan.
Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan bahwa daerahnya telah memiliki 41 Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan 114 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dengan luas lahan 62.364 hektare.
“Sebanyak 10 KUPS Enterprise telah dibentuk untuk mengembangkan ekowisata, madu galo-galo, kopi, sereh wangi, kerajinan mansiang, serta berbagai sektor lainnya,” ungkapnya.
Safaruddin juga menyebutkan bahwa Limapuluh Kota menjadi satu dari enam daerah penerima hibah inovatif sebesar Rp1,8 miliar untuk pengembangan Perhutanan Sosial.
“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus membangun Limapuluh Kota berbasis Perhutanan Sosial,” ujarnya.
Sementara, Plt. Sekjen Kemenhut Mahfudz menegaskan, program ini bertujuan mempercepat pengelolaan perhutanan sosial dan merehabilitasi hutan yang terdegradasi melalui penanaman serentak. Ia juga mengapresiasi Sumbar sebagai provinsi pertama yang menerbitkan Perda tentang Perhutanan Sosial, menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon serentak serta penyerahan bantuan Small Grant senilai Rp1,8 miliar kepada kelompok usaha perhutanan sosial di Limapuluh Kota. (dst)