SOLOK – SENIN, 16 Desember 2024, Gedung Kubuang 13 menjadi pusat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Solok ke-54. Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok, kebahagiaan dan rasa syukur meliputi suasana, merayakan perjalanan panjang kota yang penuh warna. Acara ini menjadi momen bersejarah yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam refleksi dan kebersamaan.
Dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli, rapat paripurna dihadiri Wakil Ketua Amrinof Dias Dt Ula Gadang dan Mira Harmadia, serta seluruh anggota DPRD Kota Solok. Hadir juga Walikota Solok, Zul Elfian, dan Wakil Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan Kota Solok.
Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli mengajak untuk introspeksi kolektif. Ia menekankan bahwa, momen ini sebagai waktu untuk merefleksikan perjalanan Kota Solok selama 54 tahun. “Tanggal 16 Desember adalah tonggak penting dalam sejarah kita, sebuah momen untuk mengenang perjuangan para pendahulu dan merencanakan masa depan yang lebih baik,” ungkap Fauzi Rusli.
Dalam sambutannya, Fauzi juga menyoroti pencapaian Pemerintah Kota Solok di berbagai sektor. Ia berharap kebijakan pembangunan ke depan dapat terus melestarikan kearifan lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan menjadikan Kota Solok sebagai pusat perdagangan dan jasa yang berdaya saing tinggi. Hal ini, menurutnya, tidak hanya memerlukan dukungan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan melanjutkan hasil-hasil pembangunan yang telah diraih.
Sejarah panjang Kota Solok yang telah mencapai usia 54 tahun merupakan cerminan kerja keras dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Dari pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi lokal, setiap langkah yang diambil menjadi batu loncatan menuju masa depan yang lebih baik.
Fauzi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak berpuas diri dengan apa yang telah dicapai, tetapi terus berinovasi dan berkolaborasi.
Nuansa kebersamaan terasa kental dalam acara ini. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Solok, kepala daerah tetangga, tokoh pendiri Kota Solok, hingga mantan walikota turut hadir, melambangkan solidaritas antarwilayah. Kehadiran undangan dari berbagai lapisan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan instansi pemerintahan menggambarkan kerja sama lintas sektor dalam merayakan keberhasilan Kota Solok. Kebersamaan ini tidak hanya menciptakan suasana yang hangat, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarwilayah mampu memperkuat fondasi pembangunan.
Walikota Solok, Zul Elfian menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat atas kontribusi mereka dalam pembangunan. Ia menyoroti sejumlah proyek pembangunan yang sedang berlangsung, seperti peningkatan fasilitas umum, revitalisasi pasar tradisional, dan pengembangan kawasan wisata, dan banyak lagi. Zul Elfian juga menekankan pentingnya keberlanjutan kebersamaan untuk mencapai visi Kota Solok yang lebih maju.
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok tidak hanya menjadi acara formal, tetapi juga panggung evaluasi atas perjalanan pembangunan selama ini. Fauzi Rusli menyebut, perayaan ini sebagai momen untuk memacu semangat dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam usianya yang ke-54, Kota Solok telah melalui berbagai dinamika yang membentuk identitasnya saat ini. Dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi, banyak pencapaian yang dapat dibanggakan. Namun, Fauzi Rusli juga mengingatkan bahwa perjalanan ini masih panjang, dan masih banyak potensi yang perlu digali untuk membawa Kota Solok ke tingkat yang lebih tinggi.
Fauzi menyoroti pentingnya melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas Kota Solok.
Ia berharap kebijakan pembangunan ke depan tidak hanya berfokus pada aspek modernisasi, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi warisan leluhur. Hal ini, menurutnya, akan menjadi kekuatan utama dalam menciptakan Kota Solok yang berdaya saing, namun tetap berakar pada tradisi.
Puncak perayaan ini ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun, sebuah momen simbolis yang melambangkan kebersamaan dan harapan untuk masa depan Kota Solok. Dalam penutupannya, Fauzi Rusli mengungkapkan kekagumannya terhadap persatuan masyarakat Kota Solok.
Menurutnya, persatuan ini tidak hanya mendorong perkembangan ekonomi dan kreativitas, tetapi juga menjadi landasan kuat bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga momentum kebersamaan ini untuk mencapai tujuan-tujuan besar di masa depan. Dengan segala refleksi, harapan, dan kebersamaan yang tergambar dalam acara ini, Kota Solok menatap masa depan dengan optimisme.
Perayaan HUT ke-54 ini bukan hanya menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi titik untuk melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang. Kota Solok terus berupaya menjadi kota yang berkembang dan menjadi kebanggaan bagi seluruh warganya. (van/adv)