TANAH DATAR, KP – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Surau Quran Boarding School yang berada di bawah naungan Yayasan Rahman Jannatul Wahab, di Nagari Simpuruik, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar resmi beroperasi. Peresmian dilakukan Bupati Tanah Datar Eka Putra, serta penandatanganan prasasti oleh Plh Kakanwil Kemenag Sumbar Edison, Rabu lalu (18/9).
Acara tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar Arry Yuswandi, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Kepala Kemenag Tanah Datar Amril, pembina dan pengurus yayasan, forkopimca, serta wali nagari setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra menyampaikan bahwa berdirinya MTs Surau Quran Boarding School sejalan dengan program pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah siap membantu dan mengarahkan anak-anak Tanah Datar untuk belajar di MTs Surau Quran ini,” ujarnya.
Menurut Eka Putra, kualitas boarding school ini tidak kalah dengan yang ada di daerah lain, seperti Jakarta maupun Kota Padang.
Sementara, Plh. Kanwil Kemenag Sumbar Edison menyatakan, MTs Surau Quran Boarding School memiliki visi dan semangat yang kuat dari dewan pembina dan pengelolanya.
“Kompetensi spesifik yang dimiliki siswa di MTs ini serta perkembangannya dapat menjadi role model, baik di Tanah Datar maupun Sumbar,” katanya.
Ketua Yayasan, Syafruddin menjelaskan, berdirinya pondok Quran ini adalah wujud doa untuk orang tuanya.
“Lokasi ini dulunya adalah tempat usaha penggilingan padi, lalu berkembang menjadi usaha perbengkelan. Setelah kedua orang tua kami tiada, keluarga berpikir untuk mendirikan MTs Surau Quran dengan sistem pendidikan asrama atau boarding school,” ungkapnya.
Sejak satu bulan tahun ajaran dimulai, MTs Surau Quran telah menampung 24 siswa.
Senada dengan hal tersebut, Dewan Pembina Yayasan Rahman Jannatul Wahab, Fadly Amran menambahkan bahwa keberadaan Surau Quran ini mencerminkan pendidikan Minangkabau masa lalu.
“Melalui Surau Quran ini, kami berkeinginan menciptakan anak muda yang menjadi pemimpin yang berlandaskan ajaran Al-Quran,” sebut Wali Kota Padang Panjang periode 2019-2024 itu.
Fadly juga menyoroti fenomena degradasi akhlak, adab, dan karakter di masyarakat saat ini. “Pendidikan dini harus menekankan pada ketiga hal tersebut,” pungkasnya. (nas)