TANAH DATAR, KP – Guna memenuhi kebutuhan air bersih 367 kepala keluarga (KK) warga Jorong Kapuah, Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh, Pemkab Tanah Datar distribusikan air bersih dari PDAM Tirta Alami Batusangkar.
Hal itu dikemukan Bupati Tanah Datar, Eka Putra, ketika Safari Ramadan Khusus ke Masjid Nurul Huda, Jorong Kapuah, Nagari Bungo Tanjung, Sabtu (23/2).
Dikatakan bupati, hal itu dilakukan untuk menanggapi permasalahan terkait akses air bersih yang terputus ke jorong tersebut. “Hilangnya sebagian pipa air dari sumber air di Lubuak Antu ke penampungan air di Tabiang Gadang menjelang masuk bulan suci Ramadan lalu.
Sehingga, mengakibatkan kesulitan bagi Masyarakat Jorong Kapuah mendapat air bersih, untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Seperti memasak, mencuci, mandi dan sebagainya,” ungkapnya.
Disebutkan bupati, untuk mencukupi segala kebutuhan air bersih, sebagian besar Masyarakat Jorong Kapuah harus pergi ke batang air Lubuak Langkok dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh.
“Sementara ini, kita akan distribusikan air bersih melalui PDAM. Dan, kita terus berupaya agar Masyarakat merasa nyaman atas permasalahan yang sedang dihadapi,” sebutnya.
Kedepan, Bupati Eka Putra berusaha mengalokasikan anggaran untuk pengadaan pipa air yang membentang kurang lebih sepanjang 6 Kilo Meter (KM) mulai dari sumber air (sesuai kesepakatan Masyarakat) ke bak penampungan air di Tabiang Gadang.
“Masyarakat membutuhkan pipa air lebih kurang lebih 6 KM dari sumber air ke bak penampungan. Saat ini, pipa air tersedia ada sekitar 2 KM. Insya Allah, untuk sisa pipa air yang dibutuhkan, akan segera dianggarkan sesuai regulasinya,” ujarnya.
Diakhir penyampaiannya, Bupati Eka Putra berpesan segala yang menjadi permasalahan di tengah-tengah Masyarakat agar segera melaporkannya ke Pemerintah Daerah (Pemda) untuk diupayakan solusinya. “Kita berpesan untuk tidak ragu menyampaikan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah Masyarakat. Karena, kita sebagai pelayan Masyarakat, ketika ada masalah, kita akan hadir untuk mencarikan solusinya, baik itu bidang kesehatan, pendidikan dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Bungo Tanjung Yudisthira Anugraha, S.Pd. mengatakan bahwa permasalahan pipa air yang hilang sudah terjadi sebanyak 2 kali, di tahun 2021 dan tahun 2024 ini.
“Pipa air dicuri sudah 2 kali terjadi, Pipanya membentang dari Lubuak Antu ke bak penampungan di Tabiang Gadang, lalu dipecah untuk memenuhi kebutuhan air Masyarakat di Jorong Kapuah, termasuk kebutuhan air di Masjid Nurul Huda dan Musala Darul Nizam,” ujarnya.
Ia pun mengucapkan rasa terima kasihnya tanggapan positif dari Bapak Bupati Eka Putra yang memberikan jalan keluar atas permasalahan yang sedang dihadapi Masyarakatnya selama ini.
“Apa yang dibutuhkan Masyarakat di Jorong Kapauh khususnya, Nagari Bungo Tanjuang umumnya, selalu terealisasi secara bertahap oleh Bapak Eka Putra. Sebagai contoh pembangunan irigasi, akses jalan dan sebagainya. Maka dari itu, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya. (nas)