SOLOK, KP – Kepedulian perantau terhadap kampung halaman kembali terwujud nyata. Melalui organisasi Solok Saiyo Sakato (S3), para perantau Kabupaten Solok menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 15 ton beras dan uang tunai sebesar Rp114.700.000 untuk membantu warga terdampak bencana.
Ketua DPP S3, Lukman Roka, menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud solidaritas kolektif agar kondisi di kampung halaman segera pulih. Penyaluran dilakukan secara langsung dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Solok.
“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian agar kondisi kampung kembali membaik. Bantuan ini diberikan berdasarkan keputusan dan pertimbangan yang telah disepakati bersama,” ujar Lukman dalam keterangannya, Selasa (23/12).
Bantuan difokuskan untuk wilayah terdampak parah, seperti Nagari Saniang Baka, Paninggahan, Muaro Pingai, Selayo, Koto Hilalang, Koto Sani, Koto Baru, Air Dingin, dan beberapa daerah lainnya. Dengan turun langsung ke lapangan, para perantau ingin memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus melihat kondisi nyata masyarakat.
Meski situasi mulai kondusif, Lukman Roka mengimbau warga untuk tetap tenang dan memperkuat kebersamaan selama masa pemulihan. Ke depan, kolaborasi antara perantau dan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar masyarakat Kabupaten Solok dapat segera bangkit.
Sementara, Bupati Solok Jon Firman Pandu memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi ini. Ia mengakui bahwa hingga kini masih banyak warga yang belum bisa beraktivitas normal, terutama di sektor pertanian.
“Kehadiran pimpinan S3 di lapangan adalah langkah luar biasa. Ini bukan hanya soal materi, tapi dukungan moral yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini,” tegas Jon Firman Pandu. (bus)