TANAH DATAR, KP – Realisasi belanja dan keuangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Tanah Datar hingga akhir Oktober 2024 ini masih rendah. Ini dibutuhkan percepatan, baik pada kegiatan fisik maupun non fisik.
Hal itu dikemukan Pjs. Bupati Tanah Datar Arry Yuswandi, dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan pembangunan pada kondisi triwulan IV Tahun Anggaran 2024, di aula kantor bupati setempat, akhir pekan kemarin.
“Kondisi akhir bulan Oktober 2024, diperoleh angka kumulatif realisasi belanja kegiatan fisik sebesar 80,15 persen dengan realisasi keuangan baru mencapai sebesar 70,49 persen, dan realisasi modal 46,21 persen,” ujarnya.
Begitu juga realisasi dari Dana alokasi khusus (DAK), untuk kegiatan fisik baru terealisasi sebesar 69,80 persen, dan keuangannya baru terealisasi sebesar 39,98 persen. “Ini sangat dibutuhkan percepatan dalam pelaksanaan kegiatan, baik kegiatan fisik maupun kegiatan non fisik. Terutama bagi kegiatan yang bersifat strategis,” tegasnya.
Dia juga menekankan kepada pimpinan OPD, agar segerakan realisasi kegiatan di akhir tahun. Khusus melibatkan pihak ketiga untuk memastikan selesai.
“Apabila tidak selesai, segerakan evaluasi dan ambil tindakan untuk penyelesaian masalah tersebut, disertakan dokumen yang lengkap dan berhati-hati. Agar jangan ada kesalahan di kemudian hari yang berdampak hukum,” pintanya.
Begitu juga kepada PA/KPA/PPK, dia menyarankan agar segera melakukan penyerapan anggaran yang konsisten dengan rencana, dan segera melakukan pembayaran terhadap pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan. Sehingga target realisasi anggaran per triwulan dapat tercapai. “Setelah itu, lakukan monitoring dan evaluasi ketepatan sasaran berbagai program dan kegiatan prioritas. Jadilah tim super, jangan jadi superman,” tegasnya.
Selanjutnya, kepada pimpinan OPD, dia juga meminta segera melaporkan seluruh kegiatan di unit masing-masing secara tertib dan tepat waktu. Baik itu kegiatan yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) ataupun Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Khusus untuk OPD yang mengelola kegiatan bersumber pada DAK agar melakukan pelaporan kegiatannya kepada Bupati sebagai bahan laporan ke Gubernur dan Kemendagri. Karena keberhasilan pelaksanaan program sangat mempengaruhi tahapan pencairan dana DAK dari pusat,” pesannya.
Semua itu, katanya dilakukan, agar se pelaksanaan kegiatan pada tahun anggaran 2024 dapat selesaikan dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal.
Sementara, Kabag Administrasi Pembangunan Utri menyampaikan, kegiatan Monev triwulan IV bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil kegiatan yang tercapai oleh OPD. “Melalui rapat monev ini, bisa memberikan informasi tentang kondisi pelaksanaan kegiatan dan juga mendapatkan informasi terhadap kendala dan permasalahan yang dihadapi di lapangan. Sehingga bisa dibahas solusi terbaiknya dalam menyikapi masalah tersebut,” pungkasnya. (nas)