Revitalisasi Jam Gadang, Nippon Paint Dukung Pelestarian Warisan Budaya Bukittinggi

Jembatan gantung Limpapeh yang turut direvitalisai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Warnai Kehidupan #ColouringLives oleh Nippon Paint Indonesia.

BUKITTINGGI, KP — Ikon Kota Bukittinggi, Jam Gadang, kini kembali tampil megah usai dilakukan pengecatan ulang melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Warnai Kehidupan #ColouringLives oleh Nippon Paint Indonesia. Revitalisasi ini bertujuan menjaga dan memperkuat identitas budaya nasional, khususnya di Tanah Minangkabau.

“Jam Gadang lebih dari sekadar penunjuk waktu, ia adalah simbol budaya, kebanggaan masyarakat Minangkabau, dan daya tarik wisata,” ujar Plt. Kepala dan Kepala Subbagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat, Romi Hidayat, dalam seremoni revitalisasi Jam Gadang, Selasa lalu (22/4).

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengapresiasi kontribusi tersebut. Menurutnya, Jam Gadang adalah kebanggaan masyarakat Minang.

“Sebagai pusat budaya dan sosial, keberadaannya harus kita jaga bersama. Kami berterima kasih kepada Nippon Paint yang turut mengembalikan kemegahan Jam Gadang,” ungkapnya.

Dalam program ini, Nippon Paint mendonasikan 326 liter cat eksterior Weatherbond Ultimate (warna Brilliant White 1001) dan cat kayu/besi Bee Brand 1000 (warna Black 9103) untuk pengecatan Jam Gadang.

Selain itu, Nippon Paint juga mendonasikan 353 liter cat serupa untuk pengecatan Jembatan Limpapeh, jembatan ikonik yang menghubungkan Taman Margasatwa Kinantan dengan Benteng Fort de Kock di atas Jalan Ahmad Yani, Bukittinggi.

“Pengecatan ulang cagar budaya sudah menjadi agenda tahunan Nippon Paint sejak 2021. Kami ingin terus berkontribusi dalam pelestarian dan peremajaan bangunan bersejarah di Indonesia,” ujar Andika Suhardi, Regional Sales Manager Nippon Paint Indonesia.

Beberapa bangunan ikonis yang telah menerima sentuhan program CSR ini antara lain Masjid Al-Jabbar (Jawa Barat), Pura Mangkunegaran (Surakarta), Istana Maimoon (Medan), dan Kampung Pecinan (Surabaya).

Selain cagar budaya, program ini juga menyasar rumah penduduk di Kampung Pelangi (Semarang), Nepal van Java (Magelang), ratusan rumah ibadah, kapal nelayan, gerobak UMKM, hingga objek wisata budaya lainnya.

“Kami berharap, melalui program ini, kami bisa menjangkau lebih banyak komunitas dan membawa dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Andika.

 

Tentang Nippon Paint Indonesia

 

Didirikan pada 1881, Nippon Paint adalah pelopor industri cat di Jepang dan kini menjadi merek cat No. 1 di Asia Pasifik, hadir di lebih dari 29 negara. Selain mendominasi industri cat dekoratif, Nippon Paint juga menjadi pilihan utama di sektor otomotif, kayu, pelindung, dan kelautan. Di Indonesia, Nippon Paint mengoperasikan 3 pabrik, 80 titik distribusi, dan mempekerjakan lebih dari 7.000 tenaga kerja. (bim)

Related posts

Pemko Payakumbuh Salurkan 6.000 Baglog Jamur Tiram ke Keluarga Rentan

Wabup Pasaman Tegaskan Wali Nagari Wajib Disiplin Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Komisi V DPRD Sumbar Desak Percepatan Pembenahan Main Stadion