PADANG, KP – Penanganan bencana banjir bandang lahar dingin dan tanah longsor di sejumlah daerah di Sumbar terus dilakukan oleh berbagai pihak. Berkaitan dengan hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar koordinasi terkait peran pentahelix melalui desk relawan agar dapat berjalan maksimal melalui platform Zoom Meeting, Senin sore (20/5).
Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pangarso Suryotomo, menyampaikan pentingnya mengisi desk relawan sebagai ajang koordinasi. Menurutnya, semua organisasi harus mengisi desk relawan, bahkan yang belum memiliki nama sekalipun atau hanya berjumlah 10 orang. Tak hanya relawan, instansi seperti BPBD, dinas terkait, dan unsur non-relawan lainnya juga harus mengisinya.
“Semua harus mengisi, walaupun organisasinya belum ada nama atau organisasinya hanya beranggotakan 10 orang. Semua wajib mengisi,” tegas Pangarso.
Ia melanjutkan, desk relawan berfungsi sebagai koordinasi dan monitoring. Desk tidak berhenti saat tanggap darurat, namun juga saat rehab-rekon.
Ia menuturkan pengalaman yang tak ingin terjadi lagi, di mana saat terjadi erupsi Gunung Semeru banyak isu atau anggapan adanya relawan liar bahkan diusir.
“Oleh karena itu jangan ada lagi isu relawan liar, apalagi sampai diusir,” ucapnya.
Sementara, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sumbar, Benni Yansukral melaporkan hingga saat ini terdapat 850 relawan yang sudah mengisi desk relawan, namun masih banyak relawan yang belum mengisi desk relawan. (mas)