PESISIR SELATAN, KP – Dua siswa SMA Negeri 2 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, bersama seorang guru pendamping, menciptakan model bisnis layanan pengantaran barang menggunakan pesawat nirawak (drone) berbasis energi bersih. Inovasi ini masuk sebagai finalis ajang nasional Toyota Eco Youth (TEY) ke-13 tahun 2025.
Model bisnis yang dikembangkan para siswa tersebut memanfaatkan drone bertenaga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai solusi logistik ramah lingkungan. Selain mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor berbahan bakar fosil, inovasi ini juga bertujuan menekan emisi karbon dari sektor transportasi lokal.
“Kami melihat kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, banyak digunakan dalam aktivitas ekonomi, namun juga menjadi sumber emisi karbon. Maka kami coba tawarkan solusi alternatif berbasis teknologi dan energi terbarukan,” ujar salah satu siswa dalam presentasinya.
Ajang TEY ke-13 mengusung tema ‘EcoActivism: Saatnya Beraksi Jaga Bumi’ yang mendorong pelajar untuk menciptakan solusi dekarbonisasi sekaligus membuka peluang ekonomi hijau di lingkungan mereka.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, mengapresiasi karya pelajar SMA 2 Painan tersebut. Ia menyebut, pemikiran ekonomi hijau yang diusung para siswa menunjukkan kesadaran dan kesiapan generasi muda dalam berkontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Pemikiran tentang ekonomi hijau dan keberlanjutan sudah muncul di kalangan siswa. Ini menandakan mereka tidak hanya peduli, tetapi juga siap berkontribusi aktif terhadap perbaikan lingkungan,” ujar Bob Azam, dalam keterangannya dikutip Kamis (22/5).
Toyota Indonesia saat ini mendampingi 25 tim finalis dari berbagai daerah untuk mematangkan proposal mereka agar lebih aplikatif dan berdampak langsung pada masyarakat. Sebelumnya, program pendampingan telah dilakukan di Balikpapan, Surabaya, Manado, hingga Merauke. (mas)