Sumatera ‘Black Out’

PADANG, KP – Mati lampu serentak yang terjadi di sejumlah provinsi pada Jumat malam (22/5) membuat Sumatra mengalami ‘black out’ alias gelap-gulita. Berdasarkan informasi sementara, gangguan dipicu oleh terputusnya jalur transmisi 275 kV di ruas Muaro Bungo.

Insiden itu menyebabkan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah terpisah, sehingga memicu padamnya aliran listrik yang berdampak pada 7 wilayah provinsi di Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung (bagian selatan).

General Manager UID Sumatera Barat, Arjun Karim, menjelaskan proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam.

“Pemadaman listrik tersebut terjadi karena akibat terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT), untuk saat ini ada gangguan dari sisi Gardu Induk Pembangkit dan Transmisi,” ujarnya.

Sementara, Executive Vice President Komunikasi Korporat and TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi di wilayah Sumatera tersebut. Menurutnya, PLN langsung melakukan penelusuran begitu gangguan sistem terdeteksi.

“PT PLN (Persero) memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera,” ujar Gregorius Adi Trianto dalam keterangan resmi PLN, Jumat malam (22/5).

Ia menjelaskan, hasil investigasi awal menunjukkan adanya gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai yang dipengaruhi kondisi cuaca buruk di wilayah Kabupaten Bungo, Jambi.

“Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang disebabkan oleh cuaca buruk,” jelasnya.

PLN, kata Gregorius, langsung menerjunkan tim teknis untuk mempercepat penanganan sistem kelistrikan dan melakukan pemulihan secara bertahap pada sisi pembangkit agar pasokan listrik segera kembali stabil.

“Saat ini, tim PLN telah berhasil mengatasi gangguan tersebut dan terus melakukan percepatan pemulihan pada sisi pembangkit secara bertahap agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Pihak PLN juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat. Warga diimbau untuk tidak panik selama proses penormalan jaringan berlangsung.

Untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan transparan, PLN berjanji akan terus memberikan pembaruan (update) mengenai perkembangan penanganan situasi ini secara berkala.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan Contact Center PLN 123.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemulihan masih terus dilakukan petugas PLN di berbagai wilayah terdampak. (ak/*)

Related posts

Penggerebekan Kafe di Pasbar Ricuh, Enam LC Diamankan

Tanggul Baru Jebol, 25 Hektare Sawah di Kuranji Kembali Terendam

Pemko Padang Fokus Tangani Banjir, Baru 7 dari 50 Zona Drainase yang Bisa Digarap