Tahun ini, Solok Selatan Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0 Persen

Bupati Solsel, Khairunas menyaksikan penandatanganan berita acara Penelusuran Data Masyarakat Miskin Ekstrem Nagari oleh para verifikator data sosial di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati setempat, Selasa (5/3).

PADANG ARO, KP – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) berusaha secara serius untuk menangani masalah kemiskinan ekstrem dan berharap dapat menurunkannya menjadi 0 persen pada tahun ini.

Upaya ini dilakukan secara terintegrasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mencapai tujuan tersebut.

Bupati Solsel, H. Khairunas, menjelaskan bahwa dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem, program-program yang dilakukan harus tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program lainnya.

“Hal ini mencakup penggunaan data yang jelas dari setiap penerima bantuan untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran,” kata Khairunas dalam pembukaan Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Solok Selatan di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Selasa (5/3).

Pertemuan ini diadakan untuk memastikan keselarasan antara berbagai program pengentasan kemiskinan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar tidak terjadi tumpang tindih.

Di dalam pertemuan ini, berbagai pihak terlibat, termasuk pemerintahan nagari, tim pendataan sosial, dan stakeholder lainnya yang terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Solok Selatan.

Khairunas berharap bahwa setelah pertemuan ini, upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dapat diperkuat dengan strategi kebijakan yang mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi jumlah kantong kemiskinan di tingkat nagari hingga jorong di Solok Selatan.

Target penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen ini telah ditetapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Pemerintah provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Sumbar juga telah berkomitmen untuk mencapai target ini dengan optimalisasi pelaksanaan program terkait.

Data menunjukkan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Solok Selatan telah mengalami penurunan selama dua tahun terakhir.

Menurut data, kemiskinan ekstrem di Solok Selatan pada tahun 2021 berada di angka 1,8 persen atau mencapai 3.204 jiwa. Kemudian di tahun 2022 angka kemiskinan ekstrem mengalami penurunan hingga 1,5 persen atau mencapai 2.777 jiwa.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan berita acara Penelusuran Data Masyarakat Miskin Ekstrem Nagari oleh para verifikator data sosial nagari yang disaksikan oleh Bupati dan jajaran pemerintah. (red)

Related posts

Pertuni Sampaikan Aspirasi, Pemko Padang Perkuat Layanan Disabilitas

Wawako Padang Ikut Tanam Pohon di Raker APEKSI Banda Aceh

Pemko Padang Gandeng Bank Mandiri Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah