SOLOK, KP – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Taman Ilmu H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, berhasil masuk sebagai salah satu dari tiga nominator terbaik Wilayah I dalam Penilaian TBM tingkat nasional.
Menjelang penilaian dari Tim Perpustakaan Nasional yang dijadwalkan berlangsung Kamis (18/9), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Medison, meninjau langsung kesiapan TBM tersebut, Rabu (17/9).
Sekda Medison datang bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Zulmarnus, Kabid Pengelolaan Perpustakaan, Wilma Montezi, perwakilan Dinas Kominfo, Nazwirman, Camat X Koto Diatas, Masrizal, serta Pj Wali Nagari Paninjauan, Hardi Kardanus.
Dalam sambutannya, Zulmarnus menyebut TBM Taman Ilmu sebagai salah satu nominator terbaik Wilayah I dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang meliputi Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ia menyatakan kebanggaan atas capaian TBM tersebut.
“Kita bersyukur dan bangga karena TBM ini akan dinilai langsung oleh tim Perpusnas. Ini prestasi membanggakan bagi Kabupaten Solok,” ujarnya.
Zulmarnus menjelaskan bahwa TBM Taman Ilmu telah berkembang dari sekadar taman bacaan menjadi ruang inklusi sosial yang aktif. TBM ini menyediakan bimbingan belajar Bahasa Inggris dan Matematika, serta layanan perpustakaan digital.
Ia juga menekankan nilai pengabdian di balik pendirian TBM, yang dibangun oleh anak-anak almarhum H. Abdul Moeis dan Hj. Syamsiar. “Ini bentuk pengabdian anak-anak untuk mengukir nama orang tuanya. Nilai-nilai Minangkabau seperti ‘Ka ratau madang di hulu, babungo babuah balun’ terbukti tumbuh di sini,” ujar Zulmarnus.
Sekda Medison mengapresiasi keberadaan TBM tersebut yang muncul dari daerah rural. Ia menyebut TBM Taman Ilmu sebagai bukti bahwa semangat literasi bisa lahir dari nagari terpencil.
“Paninjauan membuktikan bahwa pejuang literasi tidak hanya muncul di kota, tapi juga di pelosok. Ini pusat literasi yang tumbuh dari semangat swadaya dan gotong royong,” ucapnya.
Ia berharap TBM ini bisa menjadi pemantik lahirnya taman bacaan serupa di nagari-nagari lain. “TBM ini tidak hanya membawa nama harum Solok ke tingkat nasional, tapi juga memicu gerakan literasi berbasis komunitas di seluruh nagari,” tegas Medison.
Dengan masuknya TBM Taman Ilmu dalam nominasi nasional, Kabupaten Solok berpeluang meraih prestasi sekaligus memperkuat akar gerakan literasi dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. (bus)