LIMAPULUH KOTA, KP – Masyarakat Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, memasang spanduk sindiran terkait jalan provinsi Payakumbuh-Lintau yang rusak parah dan belum diperbaiki.
Spanduk bertuliskan ‘Welcome To Wisata & Jalan Seribu Lobang Part 3: Janji Ka Janji’ dipasang sebagai bentuk kekecewaan terhadap janji perbaikan yang tak kunjung direalisasikan. Dalam spanduk lainnya, masyarakat juga menyindir para pemangku kebijakan, mulai dari DPR, DPRD, Bupati, Gubernur, hingga pihak PU.
Jalan tersebut telah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah, dengan lubang besar yang membahayakan pengguna jalan. Saat musim hujan, genangan air membuat jalanan licin dan berlumpur, sementara musim kemarau menyebabkan debu tebal.
Kerusakan jalan ini telah menelan banyak korban. Tidak terhitung jumlah pengendara yang mengalami luka-luka atau meninggal dunia akibat kecelakaan di jalur ini. Beberapa kendaraan juga dilaporkan terperosok ke lubang besar atau tergelincir masuk jurang.
Masyarakat mendesak pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Sumbar, untuk segera memperbaiki ruas jalan tersebut. Jalur Payakumbuh-Lintau merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat.
Protes serupa pernah dilakukan beberapa tahun lalu, termasuk aksi menanam pisang dan memancing ikan di lubang jalan yang dipenuhi air. Namun, hingga kini, tuntutan perbaikan jalan belum mendapat respons nyata dari pemerintah. (dst)