SOLOK, KP – Wakil Walikota Solok, Ramadhani Kirana, memimpin apel gabungan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Taman Istiqlal Park, Jumat (7/6).
Wawako menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk memperbaiki lingkungan secara berkelanjutan.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini difokuskan pada pemulihan lahan, pengendalian desertifikasi, dan peningkatan ketahanan terhadap kekeringan.
Pengadopsian Global Land Restoration Initiative oleh Presidensi G20 diakui penting, mengingat dunia saat ini menghadapi tiga krisis planet yang intens: perubahan iklim, kerusakan alam dan kehilangan biodiversitas, serta polusi dan limbah.
“Pemulihan lingkungan tidak hanya memperbaiki lahan yang rusak, tetapi juga meningkatkan mata pencaharian, mengurangi kemiskinan, dan membangun ketahanan terhadap cuaca ekstrem,” ujar Ramadhani.
Selain itu, pemulihan lingkungan dapat meningkatkan penyimpanan karbon dan memperlambat perubahan iklim serta dampaknya.
Wawako juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan bencana. Meskipun Kota Solok memiliki kondisi geografis yang relatif baik, ancaman bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan kebakaran tetap ada. Oleh karena itu, diperlukan partisipasi semua pihak untuk menjadikan Kota Solok tangguh terhadap bencana.
Sejak tahun 2017, BNPB telah menginisiasi Hari Kesiapsiagaan Bencana. Tema untuk tahun 2024 adalah “SIAP UNTUK SELAMAT (Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat).”
Acara peringatan ini ditutup dengan kegiatan susur sungai dan penanaman pohon oleh Wawako bersama Kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Solok. Ini merupakan langkah nyata komitmen Pemkot Solok dalam memperbaiki lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana. “Diharapkan, upaya yang kita lakukan hari ini akan menghasilkan manfaat besar di masa depan, menciptakan lingkungan yang lebih baik dan masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana,” tutup Wawako Ramadhani. (van)