Aset Bank Nagari Tembus Rp33,61 Triliun

Kantor pusat Bank Nagari di Jl. Pemuda, Kota Padang.

PADANG, KP — PT Bank Nagari membukukan kinerja yang tetap tangguh dengan total aset mencapai Rp33,61 triliun pada penutupan tahun buku 2025. Meski dibayangi tekanan ekonomi global dan perlambatan daya beli masyarakat, Bank Pembangunan Daerah (BPD) kebanggaan Sumatera Barat ini mampu menjaga pertumbuhan aset sebesar 1,97 persen dibandingkan posisi Desember 2024.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra mengungkapkan, capaian ini mencerminkan ketahanan perseroan dalam menjalankan fungsi intermediasi secara hati-hati (prudent) di tengah tantangan ekonomi yang cukup dinamis sepanjang tahun lalu. Kepercayaan masyarakat terhadap bank plat merah ini pun tetap kokoh, terlihat dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh menjadi Rp26,84 triliun.

“Sepanjang 2025, kondisi ekonomi memang cukup menantang. Namun Bank Nagari tetap mampu menjaga pertumbuhan aset dan likuiditas. Kami tetap fokus menjaga kualitas aset dan efisiensi operasional, sehingga kinerja bank secara keseluruhan tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Gusti Candra dalam keterangannya di Padang, Senin (2/2).

Meskipun penyaluran kredit terkoreksi tipis 1,10 persen menjadi Rp25,27 triliun akibat melemahnya daya beli dan perlambatan aktivitas ekonomi daerah, Bank Nagari mencatatkan performa luar biasa di lini syariah. Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari mencetak laba bersih Rp224,62 miliar atau melonjak 15,43 persen, dengan total aset syariah mencapai Rp6,49 triliun. Kontribusi sektor syariah ini kini menyumbang 19,31 persen terhadap total aset keseluruhan Bank Nagari.

Dari sisi kesehatan finansial, Bank Nagari berada dalam kondisi sangat sehat dengan rasio permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 23,72 persen, jauh di atas ambang batas minimum. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) juga terjaga stabil di level 2,40 persen, menunjukkan manajemen risiko yang kuat di tengah fluktuasi pasar.

Bank Nagari juga kian agresif dalam transformasi digital guna mempermudah akses layanan bagi nasabah di Sumatera Barat dan perantauan. Pengguna aplikasi ‘Ollin by Nagari’ melesat tajam menembus angka 336 ribu pengguna hingga akhir 2025. Capaian digitalisasi ini menjadi modal kuat bagi bank untuk memperluas penetrasi pasar di tahun-tahun mendatang.

Meski laba bersih secara konsolidasi tercatat Rp493,74 miliar yang sedikit menurun karena peningkatan biaya operasional dan belum optimalnya pendapatan bunga, namun Gusti optimistis Bank Nagari akan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“Ke depan, perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan kualitas layanan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat,” pungkasnya. (mas)

Related posts

Harga Gambir di Limapuluh Kota Anjlok, Petani Khawatir

Peluncuran 1.061 Koperasi Merah Putih, Padang Kebut Pembangunan KDKMP

Harga Cabai Keriting di Pessel Tembus Rp50 Ribu