FOX Hotel Pekanbaru Ekspansi Pasar ke Sumbar

Director of Sales Fox Hotel Pekanbaru, Nanang Hermana saat membirikan piagam kepada perwakilan Dinas Pariwisata Sumbar, dalam kegiatan Travel Agent Gathering di Padang, Kamis (23/4).

PADANG, KP — FOX Hotel Pekanbaru mencatat tingkat okupansi stabil di kisaran 60–65 persen dan kini agresif membidik pasar Sumatera Barat sebagai salah satu sumber tamu utama.

Saat ini, Sumbar menempati posisi kedua sebagai penyumbang tamu terbesar setelah Kota Pekanbaru. Melihat potensi tersebut, manajemen hotel memperkuat penetrasi pasar melalui kolaborasi dengan agen perjalanan dan pemerintah daerah, sekaligus meluncurkan promo khusus bagi masyarakat Ranah Minang.

Director of Sales, Nanang Hermana, mengatakan pihaknya memberikan diskon 15 persen bagi tamu yang menunjukkan KTP Sumatera Barat saat check-in. Promo ini berlaku hingga 31 Desember 2026.

“Pasar Sumbar sangat potensial. Karena itu kami ingin memperkuat kerja sama dengan travel agent dan pelaku wisata di daerah ini,” ujar Nanang dalam kegiatan Travel Agent Gathering di Padang, Kamis (23/4).

Selain diskon KTP, hotel juga menawarkan tarif kompetitif mulai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per malam, yang dinilai lebih menarik dibandingkan pemesanan melalui platform OTA maupun segmen korporasi.

General Manager, D. Setiawan, menegaskan bahwa kolaborasi dengan agen perjalanan menjadi strategi kunci dalam meningkatkan tingkat hunian sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

“Kegiatan ini bukan sekadar promosi, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang dengan pelaku industri pariwisata di Sumbar,” katanya.

Dalam upaya menarik minat tamu, hotel ini juga menghadirkan sejumlah program unggulan, seperti konsep 24 Hours Stay yang memungkinkan tamu menginap selama 24 jam penuh tanpa terikat waktu check-in dan check-out.

Selain itu, tersedia program FOXI, berupa voucher digital untuk paket kamar, makanan dan minuman, hingga layanan spa dengan harga lebih hemat.

Dari sisi fasilitas, hotel ini menawarkan berbagai layanan premium, di antaranya kolam renang Sky Pool di lantai 15 dengan panorama kota 360 derajat, gym, spa, restoran, kids club, hingga lounge eksklusif bagi tamu.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Sumatera Barat melalui Kabid Fajri menilai kolaborasi lintas provinsi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya di kawasan Sumatera.

Ia mencontohkan keberhasilan pola kerja sama regional seperti Tour de Singkarak yang mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar.

“Kami berharap ke depan lahir paket wisata terpadu antarprovinsi seperti Sumbar, Riau, dan Jambi, sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada ASITA Sumatera Barat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan pariwisata.

Melalui strategi ini, manajemen menargetkan peningkatan okupansi sekaligus memperluas pangsa pasar dari Sumatera Barat. Momentum ini juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-8 hotel yang jatuh pada 28 April mendatang. (fai)

Related posts

Sampah Disulap Jadi Uang, Perempuan Payakumbuh Buktikan Ini

Harga LPG Non-Subsidi Naik Mendadak, Konsumen Batalkan Pembelian

Harga Cabai di Padang Anjlok ke Rp18 Ribu, Pasokan Melimpah Tekan Harga Pasar