Mahasiswi STIE KBP, Amanda Khairunnisa Raih Juara 3 Duta Muda Rupiah 2025

Amanda Khairunnisa meraih juara tiga dalam ajang Duta Muda Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah Championship 2025. (Ist.)

PADANG, KP – Mahasiswi Akademi Keuangan dan Perbankan Pembangunan-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan, Perbankan dan Pembangunan (AKBP STIE KBP), Amanda Khairunnisa, berhasil meraih juara tiga dalam ajang Duta Muda Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah Championship 2025.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Barat, di Emersia Hotel, Batusangkar, pada 10–13 Juli 2025.

Amanda, atau yang akrab disapa Caca, merupakan mahasiswa jurusan Manajemen angkatan 2024. Lahir pada 28 September 2005, Caca mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang diraihnya di ajang bergengsi bertaraf provinsi tersebut. Menurutnya, ini adalah pengalaman pertama mengikuti ajang seperti ini dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

“Alhamdulillah, ini pengalaman pertama saya ikut kegiatan seperti ini. Rasanya campur aduk, tapi sangat bersyukur karena bisa membawa pulang hasil yang manis,” ujar Amanda usai pengumuman pemenang.

Kompetisi ‘CBP Rupiah Championship’ diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat. Amanda berhasil melewati tahapan seleksi yang ketat, mulai dari uji pengetahuan tentang rupiah, presentasi publik, hingga sesi wawancara yang menilai kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan tentang pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami rupiah.

Ajang ini digelar sebagai upaya Bank Indonesia dalam menyampaikan pesan CBP Rupiah secara lebih luas dan menyentuh akar rumput, terutama generasi muda.

Beberapa tujuan utama lomba ini antara lain meningkatkan peran generasi muda dalam menyampaikan pesan CBP Rupiah secara langsung kepada sekolah, madrasah, dan masyarakat. Adapun pesan dan sistem kompetisi ini memiliki misi utama memperkuat pemahaman dan keterlibatan generasi muda terhadap mata uang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Kesuksesan Caca tak lepas dari peran besar keluarga dalam membentuk karakter dan semangatnya. Ia dibesarkan oleh dua sosok ibu yang sangat berarti dalam hidupnya, Afrida, sang ibu kandung yang melahirkannya, dan Yulia Fitri, sang bibi sekaligus pengasuh sejak kecil.

Afrida bekerja sebagai bidan di sebuah rumah sakit, sementara Yulia Fitri merawat dan mengasuh Caca sejak bayi serta mendampinginya sehari-hari di rumah.

“Saya beruntung memiliki dua ibu yang luar biasa. Mama saya, Afrida, bekerja keras di rumah sakit, dan sejak kecil saya dijaga dan dibesarkan oleh Bunda Yulia. Saya tumbuh dikelilingi kasih sayang yang utuh dari keduanya,” ungkap Caca.

Harmoni keluarga dan dukungan penuh dari kedua ibunya menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademik dan pengembangan diri Caca hingga saat ini.

Prestasinya ini pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi STIE KBP Padang, yang berharap pencapaian ini bisa memotivasi mahasiswa lain untuk aktif dalam pengembangan diri dan literasi kebangsaan. (ak)

Related posts

Harga Gambir di Limapuluh Kota Anjlok, Petani Khawatir

Peluncuran 1.061 Koperasi Merah Putih, Padang Kebut Pembangunan KDKMP

Harga Cabai Keriting di Pessel Tembus Rp50 Ribu