PADANG PANJANG, KP – Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah di Pulau Sumatera, terutama di bagian timur, untuk melakukan antisipasi terhadap kenaikan harga beras.
Banjir dan curah hujan tinggi telah menyebabkan panen beras terlambat di beberapa wilayah. Instruksi ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang diikuti secara virtual oleh Pemko Padang Panjang, Senin (22/1).
Tito Karnavian menekankan, informasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan adanya banjir di Sumatera bagian timur, yang berpotensi mengakibatkan keterlambatan panen atau penanaman padi. Hal ini bisa menjadi faktor kenaikan harga beras.
Menteri mengatakan bahwa masalah ini perlu ditangani oleh Kementerian Pertanian.
Diketahui, inflasi terhadap komoditas beras biasanya terjadi di daerah di luar Pulau Sumatera. Namun, kali ini beberapa daerah di Sumatera mengalami inflasi terhadap komoditas tersebut. Tito Karnavian menyampaikan, hal ini akan diajukan ke Presiden untuk koordinasi lebih lanjut.
Terkait penanggulangan inflasi, Mendagri mengajak daerah-daerah untuk menggencarkan gerakan pasar murah.
Gerakan ini melibatkan subsidi terhadap komoditas yang harganya melonjak, dengan cara dibeli oleh pemerintah dan dijual kembali dengan harga lebih terjangkau.
Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan anggaran reguler di Dinas Perdagangan, sosial, pertanian, atau menggunakan belanja tidak terduga.
Sementara itu, Pj Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, menyambut baik masukan dari Mendagri dan berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah sesuai pedoman yang diberikan. Saat ini, harga beras di Padang Panjang masih relatif stabil, tetapi antisipasi diperlukan untuk menghadapi potensi kenaikan harga yang disebabkan oleh faktor alam seperti banjir dan cuaca ekstrem.
Untuk harga beras di Padang Panjang dari laporan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako di minggu ketiga Januari, yaitu beras kualitas I stabil pada harga Rp17.417. Beras kualitas II turun -0,50 persen dari Rp16.500 menjadi Rp16.417. Sedangkan beras kualitas III turun -1,10 persen dari Rp15.167 menjadi Rp15.000. (*/red)