LIMAPULUH KOTA, KP – Sejumlah peternak madu lebah galo-galo di Jorong Tanjuang Ateh, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, mengaku kesulitan memasarkan hasil produksi mereka. Selain kurangnya sosialisasi mengenai manfaat madu galo-galo, harga jual yang bervariasi juga menjadi kendala utama.
Salah seorang peternak madu, Gio Fernando (28 tahun) mengatakan, madu galo-galo memiliki banyak manfaat, seperti menjaga stamina tubuh dan meredakan demam, serta memiliki potensi ekonomi yang besar.
Ia berharap pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait dapat melakukan penelitian lebih lanjut agar manfaat madu ini semakin dikenal masyarakat.
“Dengan penelitian yang lebih luas, masyarakat akan lebih memahami manfaat madu galo-galo, sehingga permintaan meningkat dan berdampak positif bagi peternak,” ujarnya.
Saat ini, pemasaran madu galo-galo masih terbatas dari mulut ke mulut dan melalui instansi pemerintah di Kabupaten Limapuluh Kota serta Kota Payakumbuh. Para peternak juga berharap adanya kebijakan pemerintah untuk menetapkan standar harga jual yang lebih stabil guna memudahkan pemasaran. (dst)