BUKITTINGGI, KP — Rumah BUMN Bukittinggi bersama Forum UMKM Ampek Angkek resmi menjalin kerja sama strategis untuk mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Bukittinggi dan Kabupaten Agam.
Kemitraan ini diusung dengan semangat “Inovasi dan Kolaborasi Mewujudkan UMKM Naik Kelas”, sebagai komitmen menciptakan ekosistem bisnis yang suportif dan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.
Kolaborasi tersebut mencerminkan visi bersama BUMN, dalam hal ini diwakili BRI melalui Rumah BUMN, dengan komunitas pelaku usaha. Pimpinan Cabang BRI Bukittinggi, Kurniadi, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak sekadar seremoni, melainkan sebuah platform nyata untuk pemberdayaan masyarakat.
“Kami melihat potensi luar biasa dari UMKM di sini. Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Kurniadi.
“Kerja sama ini dirancang untuk memberikan solusi komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan pasar,” tambahnya.
Rumah BUMN Bukittinggi berkomitmen mengimplementasikan serangkaian program yang berfokus pada tiga pilar utama:
1. Pelatihan dan Pembinaan Berkelanjutan
Program ini menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia. Pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan terstruktur, mulai dari pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga inovasi produk. Pendampingan intensif juga disiapkan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan langsung dalam operasional usaha.
2. Penciptaan Ekosistem Bisnis yang Suportif
Rumah BUMN akan memfasilitasi pertemuan rutin, lokakarya, dan sesi networking antar-UMKM. Tujuannya agar pelaku usaha dapat bertukar pengalaman, berbagi informasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi. Ekosistem ini juga akan memberi akses lebih luas terhadap permodalan, perizinan, hingga promosi bersama.
3. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Inovatif
Selain aspek bisnis, kolaborasi ini menyentuh sisi sosial dengan menghadirkan program inovatif yang mendorong minat kewirausahaan, terutama di kalangan generasi muda. Kegiatan yang akan dijalankan meliputi mentoring bisnis, kompetisi ide usaha, hingga inkubasi bagi start-up mikro.
Dengan langkah ini, UMKM di Bukittinggi dan Agam diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi entitas bisnis yang tangguh, membuka lapangan kerja baru, serta memberi kontribusi signifikan bagi kemajuan ekonomi daerah. (rel)