ISORI Sumbar Dilantik, Fauzi Bahar: Olahraga Selamatkan Generasi Muda dari Pekat

PADANG, KP – Pengurus Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masa bakti 2023-2027 dikukuhkan, baru-baru ini di GOR Universitas Negeri Padang (UNP).

Pada kesempatan tersebut, Ketua ISORI Sumbar yang dikukuhkan Fauzi Bahar mengatakan, salah satu harapan dalam menahkodai ISORI adalah masuknya pencak silat dalam kurikulum pendidikan.

“Pencak silat merupakan olahraga leluhur Minangkabau, kedepan diharapkan ISORI bisa berkembang hingga nagari-nagari dan mendirikan satu sekolah satu sasaran silat,” katanya.

Dia mengatakan, jika cita-cita itu tercapai akan ada 400 lebih sasaran yang ada di Sumbar, dengan hal itu akan banyak lahir pesilat-pesilat handal yang bisa berprestasi pada tingkat nasional hingga internasional.

“Tidak hanya silat, olahraga lainya juga harus mendapatkan perhatian hingga berkembang sampai ke pelosok-pelosok Sumbar,” katanya.

Dia meyakini, olahraga merupakan media yang bisa menyelamatkan generasi muda dari penyakit masyarakat seperti narkoba, LGBT hingga kecanduan gadget. Jadi setiap SD SMP nanti bisa dibuka sasaran silat, sehingga bisa dibentuk karakter anak yang berilmu dan berbudi.

Sumbar merupakan daerah yang memiliki sumberdaya yang mumpuni untuk mengembangkan olahraga, salah satunya Universitas Negeri Padang yang tidak hanya memiliki fasilitas, namun juga tenaga pendidik berkualitas.

Lanjutnya, setiap mahasiswa yang menimba ilmu di fakultas ilmu keolahragaan harus merasakan atmosfer pertandingan, mengatur pertandingan hingga rasa diprotes saat pertandingan. Jika belum merasakan itu semua, maka jangan wisuda dulu.

Pada pelantikan itu, hadir Rektor UNP Prof Ganefri, Ketua KONI Sumbar Ronny Pahlawan hingga unsur lainya.

Di tempat yang sama Ketua Pengurus ISORI Pusat, Syahrial Bakhtiar mengajak pengurus ISORI untuk menyemarakkan olahraga termasuk kompetisi olahraga atau olahraga prestasi sebagai program ISORI agar mampu menanamkan nilai-nilai luhur sportifitas bagi generasi muda kedepannya.

“Kita berharap para sarjana olahraga mampu mengalihkan gadget dengan olahraga.  Jangan kita biarkan anak-anak kita diterkam bahaya gadget, ISORI sebagai benteng kita menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh negatif dari bahaya dunia maya,” ujarnya

Syahrial Bakhtiar juga mendorong para sarjana ISORI mampu meningkatkan mutu dan kemampuan untuk membangun pendidikan olahraga di Sumatera Barat.

Dia mengajak ISORI untuk melakukan tiga jenis pendidikan olahraga, dimana ada olahraga masyarakat, olahraga pendidikan dan olahraga prestasi. Maka peran sarjana ISORI sangat dibutuhkan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. (fai)

Related posts

The Kmers Ancam Boikot Seluruh Laga Sisa Semen Padang FC

Siswi MTsN 1 Payakumbuh Sabet Medali di Kejuaraan Karate 50 Fighter

BOM RUN 2026, Padang Bidik Perputaran Ekonomi dari Sport Tourism