Putra Padang Pariaman Sabet Perak Kejuaraan Panahan Berkuda Dunia di AS

Azral Mardin, atlet panahan berkuda asal Padang Pariaman, berpose dengan busur dan anak panah di atas kuda saat mengikuti kompetisi internasional. Prestasi terbarunya sebagai juara kedua dunia di Amerika Serikat menjadi bukti bahwa atlet lokal Sumatera Barat mampu bersaing dan berprestasi di level global sembari tetap menuntaskan pendidikan tinggi.

PADANG PARIAMAN, KP – Azral Mardin, pemuda asal Kabupaten Padang Pariaman, sukses mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Atlet panahan berkuda ini berhasil meraih medali perak pada ajang bergengsi International Horseback Archery Alliance (IHAA) World Championship 2025 yang digelar di Tennessee Valley Archery, Amerika Serikat.

Pencapaian gemilang ini membawa Azral dianugerahi Indonesia Rising Stars Award, sebuah penghargaan bagi insan yang berkontribusi besar dalam dunia pacuan kuda nasional. Saat ini, alumni Teknik Fisika Itera tersebut tengah melanjutkan pendidikan Magister Teknik Lingkungan di Universitas Andalas (Unand) melalui program beasiswa LPDP Keolahragaan dari Kemenpora.

Azral mengisahkan bahwa ketertarikannya pada olahraga berkuda justru muncul di tengah keterbatasan ruang gerak saat pandemi. Meski awalnya masuk kuliah lewat jalur prestasi basket, ia memutuskan beralih menekuni panahan berkuda sejak semester empat pada tahun 2021.

“Ketertarikan terhadap olahraga berkuda mulai muncul saat saya kuliah semester empat pada 2021. Situasi pandemi saat itu justru memacu saya untuk lebih produktif,” ujar Azral, Selasa (20/1).

Selama masa kuliah, ia harus pintar membagi waktu antara lapangan latihan dan ruang kelas. Rutinitasnya dimulai dengan latihan berkuda di pagi buta, dilanjutkan dengan perkuliahan hingga sore hari, dan ditutup dengan belajar pada malam harinya. Manajemen waktu yang ketat ini menjadi kunci kesuksesannya meraih prestasi tanpa mengesampingkan kewajiban akademik.

Dukungan dari pihak kampus juga diakui Azral sangat besar, terutama saat ia memulai debut internasionalnya di Malaysia. Meski jadwal pertandingan sempat bentrok dengan ujian, ia tetap bisa menjalani keduanya berkat komunikasi yang baik dengan dosen.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak kampus yang telah memberikan ruang dan kesempatan bagi saya untuk berkembang melalui olahraga yang saya tekuni,” tuturnya.

Bagi Azral, latar belakangnya sebagai anak muda dari pelosok Ranah Minang bukan penghalang untuk menembus prestasi dunia. Ia meyakini bahwa pendidikan dan olahraga adalah dua kutub yang saling menguatkan, di mana pendidikan membentuk pola pikir sementara olahraga mengasah disiplin dan ketangguhan fisik.

“Saya berasal dari kampung di Padang Pariaman. Jangan pernah lelah bermimpi dan berdoa. Dunia akademik dan dunia atlet dapat berjalan berdampingan,” kata Azral menutup pembicaraan. (ak/*)

Related posts

The Kmers Ancam Boikot Seluruh Laga Sisa Semen Padang FC

Siswi MTsN 1 Payakumbuh Sabet Medali di Kejuaraan Karate 50 Fighter

BOM RUN 2026, Padang Bidik Perputaran Ekonomi dari Sport Tourism