PADANG, KP – Kekalahan 1-3 Semen Padang FC (SPFC) dari Bali United pada pekan ke-7 BRI Super League di Stadion Haji Agus Salim, Jumat (26/9/2025), tak hanya menimbulkan kekecewaan di kalangan suporter, tetapi juga memunculkan sorotan pada kepemimpinan wasit Steven Yubel Poli asal Manado tersebut.
Pelatih SPFC, Eduardo Almeida, menilai keputusan wasit dan penggunaan VAR cukup kontroversial. Ia menyoroti penalti yang diberikan kepada Bali United, yang menurutnya “terasa dicari-cari”. Selain itu, Almeida mengaku frustrasi karena durasi pengecekan VAR yang terlalu lama.
“Minggu lalu saya sudah mengingatkan pemain soal teknik mengulur waktu, tapi hari ini justru wasit sendiri yang mengulur waktu. Dia terlalu lama melihat layar VAR, seolah mencari sesuatu untuk dijadikan keputusan,” tegas Almeida usai pertandingan.
Dari sisi Bali United, pelatih Johnny Jansen pun mengakui tekanan pertandingan meningkat karena keputusan VAR yang lama. “Pertandingan sangat gila. VAR membuat stres dan memakan banyak waktu. Meski Arjuna harus ditarik keluar di awal laga dan banyak pemain cedera, kami tetap berjuang maksimal,” kata Jansen.
Sementara itu, kekalahan ini memperpanjang tren buruk SPFC, yang kini kian terpuruk di zona degradasi, dan memicu desakan dari suporter agar manajemen segera melakukan evaluasi, termasuk meninjau kinerja wasit dan penggunaan VAR di pertandingan-pertandingan berikutnya. (net)