Fenomena ‘Caleg Pindahan’

H. Adi Bermasa (Wartawan Senior)

Pada zaman perpolitikan modern sekarang begitu mudah ‘pindah partai’ untuk meraih kursi legislatif yang menjanjikan. Mereka yang pindah partai tersebut boleh jadi karena alasan ketidakcocokan sesama pengurus atau sebab lain yang diperkirakan menguntungkan dengan kepindahan yang bersangkutan.

Yang jelas, jelang pesta demokrasi menjadi momen yang tepat bagi sebagian pengurus partai mencari ‘kapal baru’ untuk mengabdi dalam dunia politik. Tentu saja, pertimbangan pindah partai tidak dilakukan begitu saja. Rata-rata, ada ‘angin segar’ bertiup memunculkan aroma menjanjikan. Boleh jadi calon pindahan tersebut tak begitu dapat angin tampil jadi caleg di partai sebelumnya. Bisa jadi nomor urut bersangkutan tidak begitu menjanjikan. Atau tidak ‘nomor kopiah’.

Sekarang sedang hangat-hangatnya suasana pindah parpol di negeri ini. Namun, bagi tokoh parpol yang menganut ideologi kuat, tanpa duduk di bangku legislatif pun yang bersangkutan tetap komit dengan partai ideologisnya.

Bagaimanapun juga, kita tentu maklum, pribadi yang pindah partai tersebut punya alasan kuat. Kita yakin, mereka tidak hanya mencari keuntungan sesaat, dengan pindah partai berpeluang besar duduk di kursi legislatif. Bisa jadi tujuan utamanya, dengan pindah partai dan berhasil duduk di kursi legislatif, akan dapat memperjuangkan aspirasi rakyat. Mudah-mudahan begitu adanya.

Kita tahu, yang berhak duduk sebagai anggota dewan adalah yang mendapatkan suara terbanyak, meskipun nomor urut pencalegannya nomor besar atau urutan bawah. Masyarakat sebagai pemilih sangat pantas mengutamakan tokoh yang pantas dan patut, tanpa terpengaruh oleh nomor urut.

Kita sangat berharap perjalanan pemerintahan di masa mendatang semakin hebat dan dinamis. Di sinilah pentingnya anggota dewan (legislatif) mampu menandingi kehebatan lembaga eksekutif (pemerintahan) yang kecerdasannya makin hebat.

Saat ini posisi penting di lembaga eksekutif secara teratur sudah banyak diisi oleh sosok dengan latar belakang lulusan luar negeri atau berpendidikan PTN ternama. Sudah saatnya secara bertahap anggota dewan juga mampu mengiringi eksekutif berperan memajukan negeri ini dalam arti yang sebenarnya. Tentunya hal ini pantas untuk dianalisa positif-negatifnya untuk masa yang akan datang. *

Related posts

Rayakan Idul Fitri dengan Gembira dan Penuh Syukur

Jalan Permindo, Kawasan Nyaman yang Harus Dipertahankan

Ironi yang Menyayat Hati