Sehari saja Padang digutur hujan, beragam problema langsung bermunculan. Got tersumbat, air tak lancar mengalir, jalan becek di mana-mana. Muncul lah beragam ‘sympah serapah’. Ditudinglah pihak-pihak yang dinilai tidak peduli. Namun yang menuding, juga termasuk tak peduli. Kalau ada gotong-royong, dia tak ikut serta. Begitulah. Siapa salah? Pak Lurah? Kian kemari payah dan susah. Dari dulu sampai kini tak begitu berubah.
Kita akui saja, memang masih banyak fasilitas lingkungan di Padang yang belum menggembirakan. Terutama di kawasan pinggiran dan sekitarnya. Selokan tersumbat terdapat di mana-mana. Ketika hujan turun cukup lama, selokan tak mampu menghilirkan air. Penyebabnya karena beragam kotoran memenuhi selokan. Sampah juga dibuang kesana.
Pemko Padang sejak dulu sampai sekarang terus berusaha mempercantik kota tercinta ini. Beragam program kesejahteraan rakyat terus jadi perhatian pemerintah. Namun, yang berkaitan dengan lingkungan, seperti jalan, selokan, fasilitas RT, RW, tidak seberapa yang membanggakan.
Kenyinyiran menyampaikan beragam problema yang sifatnya ‘non-politis’ sangat pantas rasanya sering dikemukakan sebagai cintanya kita pada Kota Padang. Di sinilah peran lembaga RT dan RW untuk fokus menciptakan lingkungan asri, bersih, berseri. Peran pemuda juga sangat menentukan dalam menghadirkan lingkungan yang sedap dipandang mata.
Sebenarnya, dulu sangat banyak perumahan dengan kondisi lingkungan yang menyegarkan di Kota Padang. Seperti komplek perumahan yang dibangun PT Pembangunan Sumbar, Inkorba, dan kontraktor perumahan lainnya yang menyebar di kota tercinta ini. Sehingga, banyak pemukiman bernama ‘wisma indah’ tersebar di berbagai kawasan di Padang.
Sudah sepantasnya dimunculkan kembali perumahan dengan lingkungan teduh yang menyegarkan tersebut. Tentu peran RT dan RW sangat diharapkan. Sebab, merekalah yang menggerakkan gotong-royong warga. Kini, budaya goro yang dipimpin RT dan RW tak begitu tampil lagi. Program ‘Padang Bagoro’ pun sepertinya belum membumi di tengah-tengah warga.
Begitu juga organisasi pemuda dengan semangat lingkungan menyala-nyala, sudah sirna pula. Semuanya seakan jadi kenangan. Oleh karena itu, mari kita munculkan kembali lingkungan asri di kota yang kita cintai ini. Tak sulit melakukannya, asal ada kemauan, pasti ada hasilnya. Dipimpin Pak Wali Hendri Septa, bersama kita bisa. *