Mesti dilakukan terobosan spektakuler dalam penanggulangan narkoba. Sebab, sudah begitu banyak pemakai, kurir, pengedar, hingga bandar yang ditangkap, peredaran narkoba justru kian membahayakan. Bahkan sudah menyasar kalangan pelajar, seperti diberitakan KORAN PADANG edisi Senin (14/8).
Begitu bahayanya narkoba tersebut, sehingga tak ada lagi pembatas halal-haram bagi para pecandunya. Kita sangat khawatir narkoba sudah merayapi generasi muda terdidik, pelajar. Dapat dibayangkan, akan seperti apa masa depan negeri ini. Satu persatu generasi muda terpelajar di daerah ini terjerat barang haram tersebut.
Buktinya, empat anak muda penyalahguna narkoba tersebut ditangkap di pedalaman Limapuluh Kota, Taeh Baruh. Artinya, narkoba sudah menjalar hingga ke pelosok. Di daerah lain, sama saja. Benar-benar mengkhawatirkan suasana negeri ini.
Narkoba adalah musuh kita bersama. Namun, meski diperangi narkoba terus berkembang. Peminatnya luar biasa. Liciknya melebihi maling. Pecandu narkoba tersebut juga banyak dari kalangan berpunya. Lihat saja wajah-wajah pelajar dengan mata tertutup yang ditampilkan pada foto KORAN PADANG, Senin (14/8) di halaman 1.
Namun sangat disayangkan, generasi keluarga mampu ini tampaknya cenderung tergelincir. APakah perhatian orangtua yang kurang? Atau justru berasal dari keluarga broken home?
Harus diakui, strategi dalam perang melawan narkoba ini masih butuh penyempurnaan. Sebab, hasilnya belum menampakkan hasil menggembirakan. Malah, pelakunya mulai banyak dari kalangan pelajar. *