Ketegasan Panglima TNI

CATATAN Adi Bermasa (Wartawan Senior)

PANGLIMA TNI Laksamana Yudo Margono tegas menolak usulan memperbaiki lembaga pemasyarakatan militer (lemasmil). Begitu diberitakan KORAN PADANG terbitan Rabu (13/9) di halaman 1.

Kita bangga Indonesia punya Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Begitu tampak kedisiplinan dirinya sebagai komandan. Buktinya, anggota militer yang bersalah harus menjalani hukuman yang dapat memberi efek jera. Oleh karena itu, Laksamana Yudo menolak usulan memperbaiki lemasmil. Ia tak ingin kenyamanan bagi prajurit yang menjalani hukuman.

“Kalau perlu dicampur sama ayam atau kucing. Biar dia kapok,” begitu kata Laksamana Yudo Margono.

Dan terbukti selama ini, setiap prajurit yang dinyatakan terbukti bersalah menjalani hujuman di Lapas militer di lapas milit dengan fasilitas yang apa adanya.

Kita maklum, TNI merupakan kebanggaan bangsa dan negara sejak dulunya. Kesetiaan dan kedisiplinannya luar biasa dalam memelihara keutuhan negeri ini. Prajurit TNI selalu tampil gagah berani mempertahankan keutuhan bangsa yang besar ini.

Sudah begitu banyak pemberontakan dan pengkhianatan bersenjata muncul di republik ini, semuanya bisa dipatahkan dan dihabisi. Hal ini punya kaitan erat dengan hubungan antara TNI dengan rakyat.  Lihat saja rutinitas program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang nilai partisipasinya berlipat ganda. Hanya dalam waktu singkat, TNI bersama rakyat mampu menciptakan kampung bersih lahir bathin . Sehingga, program TMMD yang dulunya bernama ABRI Masuk Desa (AMD) terus dilaksanakan secara berkelanjutan di republik ini sejak zaman Pak Harto.

Peran TNI untuk mensejahterakan negeri ini tak perlu diragukan. Bintara Pembina Desa (Babinsa) dikirim ke berbagai pelosok negeri untuk mempercepat kesejahteraan rakyat. Namun demikian, keuletan seorang prajurit adakalanya tidak dapat support dari warga. Misalnya dalam usaha ekonomi produktif. Buktinya, di kampung-kampung masih banyak lahan terlantar hingga kolam ikan tak terpelihara. Begitu juga sawah dan ladang yang tak digarap. Kemalasan begitu merecoki masyarakat. Sudah pantas rasanya bimbingan dari babinsa dimaksimalkan. Tentu saja peran wali nagari, wali jorong bersama ninik mamak ‘berkulindan’ dengan babinsa. Kalau perlu, program TMMD ditingkatkan frekuensinya guna mempercepat kemajuan negeri ini.

Bagaimanapun juga, peran TNI dalam menjaga keutuhan negara ini pantas selalu dibanggakan. Penulis sudah merasakan sekaligus menyaksikan langsung pengabdian TNI mengamankan Papua. Terbang pagi dengan Hercules dari Bandara Halim Perdanakusuma, sore sampai di Jayapura. Terus ke Wamena, pedalaman Irian Jaya.

Peran TNI luar biasa menjaga keutuhan bangsa ini, berkat disiplin yang tak pernah luntur. Penolakan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono terhadap usulan memperbaiki lapas militer merupakan ciri khas yang perlu kita maklumi bersama. *

Related posts

Pacu Kudo Duku Banyak

Nuzulul Qur’an dan Rekonstruksi Peradaban : Menghidupkan Kembali Etika Wahyu di Era Disrupsi

Luka pada Wajah Pendidikan Kita