SANGAT simpatik sambutan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Agam Titiek Irwan Fikri pada pertemuan bulanan organisasi tersebut baru-baru ini. Ia mendorong agar kaum perempuan terjun ke dalam dunia politik.
Sebenarnya, kiprah perempuan sudah terkenal sejak dulunya. Kita mengenal Raden Ajeng Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita Indonesia. Ia berharap kaum perempuan Indonesia berperan maksimal dalam memajukan negaranya. Namun harapan Kartini sampai kini masih belum sesuai dengan harapannya. Terbukti, Ketua GOW Agam Titiek Irwan Fikri masih mengulang-ulang ucapan Kartini.
Terkait tidak begitu bangkitnya ‘semangat’ wanita dalam memegang posisi penting di negeri ini tidak perlu dicari ‘kambing hitam’-nya. Mungkin problemanya terletak pada wanita itu sendiri. Kiprah wanita yang menonjol di tengah-tengah madyarakat mungkin bisa dihitung dengan jari. Begitu perumpamaannya.
Hal ini sudah sangat pantas diterobos oleh kaum wanita itu sendiri. Latihan kepemimpinan perlu dimaksimalkan dengan pesertanya kaum wanita, termasuk sejak dari tingkat pelajar. Setelah mahasiswi, silahkan bergabung dengan korps HMI Wati, IMM, atau sejenisnya.
Wanita yang jadi aktivis semasa kuliah, biasanya sukses setelah mengabdi di tengah masyarakat Dengan demikian, kekhawatiran minimnya wanita terjun ke dunia politik bisa diatasi. Yang perlu, selagi kuliah jangan lupa bergabung dengan organisasi mahasiswa. Tamat perguruan tinggi, berkecimpunglah dalam organisasi kemasyarakatan, termasuk organisasi politik bagi yang berkeinginan jadi anggota dewan.
Bagaimanapun, wanita hebat itu pasti mampu tampil di tengah masyarakat dengan beragam profesi. Dorongan kaum wanita terjun ke dunia politik seperti diharapkan Ketua GOW Agam Titiek Irwan Fikri dalam berita KORAN PADANG terbitan Selasa (2/5) di halaman 12 punya makna luar biasa bagi emansipasi wanita di negeri ini. Semoga saja ‘wanita Agam’ terperanjat dengan sugesti Ibuk Ketua GOW. *