Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan nol persen angka kemiskinan ekstrem tahun 2024 melalui berbagai upaya atau intervensi kebijakan yang akan dilakukan.
“Tahun 2024 Pemerintah Provinsi Sumbar menargetkan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Sumbar menjadi nol persen,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi beberapa waktu lalu.
Secara umum, lanjut gubernur, angka kemiskinan ekstrem mengalami penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2023 kemiskinan ekstrem di Sumbar turun dari 0,77 persen (43.671 jiwa) menjadi 0,41 persen (23.253 jiwa).
Kita bangga dan bahagia apa yang dipaparkan Gubernur Sumbar melalui media massa itu. Kalau lah memang apa yang disampaikan gubernur itu benar dalam arti tak meleset angkanya, perlu kita support bersama sama.
Kita berharap di masa mendatang rakyat Sumbar tak ada lagi yang kelaparan atau makan nasi hanya sekali dalam sehari.
Upaya untuk memberantas kemiskinan itu hendaknya dibarengi dengan terbukanya lapangan kerja baru. Masyarakat yang selama ini nganggur bisa bekerja untuk penyambung hidup bila ada lapangan kerja.
Bukankah yang disebut miskin adalah orang yang tak bekerja, harta tiada, saudara yang diharapkan membantu perekonomian entah dimana. Sedangkan tempat berteduh siang dan malam hanya di gubuk reot yang masuk air bila hujan.
Program pemprov lainnya adalah membantu kelancaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bantu pemasarannya, disamping mempermudah proses izin atau mendapatkan dana pinjaman ke bank dan hal-hal lain yang bisa mengangkat perekonomian rakyat.
Semoga tekad Gubernur Mahyeldi untuk menjadikan Sumbar 0 persen angka kemiskinan ekstrem bisa jadi kenyataan. Dalam hal ini, gubernur bersama jajarannya perlu kerja keras siang dan malam tanpa pamrih. Pokoknya, kita acungkan jempol buat gubernur yang bakal menjadikan daerah Sumbar nol persen angka kemiskinan ekstrem. *