Wapres Ma’ruf Amin Apresiasi Kinerja Gubernur Mahyeldi Dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma'ruf Amin

PADANG, KP – Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin mengapresiasi peran Sumbar sebagai pelopor terbentuknya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di Indonesia. Menurutnya, konsep syariah memiliki prospek potensial untuk mengoptimalkan pembangunan dan pengembangan ekonomi di Sumbar.

Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi.

Hal itu disampaikan wapres usai menghadiri peringatan milad ke-95 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) di Auditorium Universitas Negeri Padang, Jumat lalu (5/5). Ma’ruf Amin mengatakan, saat ini negara mayoritas penduduk non-muslim mulai melirik ekspor pangan halal dunia. Potensi itu bisa ditangkap oleh Sumbar yang memiliki penunjang dari sektor kekayaan kuliner dan berbagai industri halal yang beroperasi di Ranah Minang. “Untuk itu, industri halal dan keuangan syariah perlu dikembangkan secara lebih optimal,” katanya.

Wapres mengaku terkesan dengan ekonomi syariah di Sumbar yang sudah memiliki zona khas. Wapres menilai hal itu sangat bagus untuk perkembangan ekonomi di Sumbar.

“Saya melihat Sumbar memang lebih dulu membuat komite daerah ekonomi syariah dan sudah memiliki khas atau zona khas,” ucapnya

Ia pun mengapresiasi Sumbar yang mampu menjadi pelopor terbentuknya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di Indonesia.

“Tidak hanyak KDEKS saja, Sumbar yang memiliki banyak ragam kuliner saat ini juga mendukung adanya zona khas tersebut,” tuturnya.

Wapres menjelaskan, zona khas yang dimaksud adalah daerah atau kawasan halal aman dan sehat yang menurut Gubernur Sumbar Mahyeldi ada di Kota Bukittinggi dan Kota Payakumbuh.

“Tentunya ini bisa menjadi contoh baik bagi daerah lain. Apalagi jika berkaitan dengan ragam kuliner aman, halal, dan sehat” ungkapnya.

Wapres Ma’ruf Amin menambahkan, hal tersebut sejalan dengan falsafah Adat Basandi Syara, Syara’ Basandi Kitabullah yang melekat dengan kehidupan masyarakat Sumbar, sehingga akan memberikan basis dukungan yang kuat terhadap ekonomi syariah atau industri halal.

“Sebelum ke Sumbar, saya juga meresmikan komite ekonomi syariah di daerah Bengkulu dan Jambi,” lanjutnya.

Dikatakannya, saat ini di Sumatera sudah hampir seluruh daerah memiliki komite syariah. Seperti, Sumatera Utara, Selatan, Riau, dan lainnya. “Barangkali hanya Lampung saja yang belum,” ujar wapres.

Meski demikian, Ma’ruf Amin mengakui, di antara banyak provinsi di Indonesia, Sumbar memiliki prospek terdepan dalam penerapan sistem perekonomian syariah karena punya falsafah ABS-SBK. Kemudian, persentase penduduk muslim di Sumbar mencapai 95 persen. Atas alasan itu pula, Sumbar ditetapkan sebagai pilot project dalam pengembangan ekonomi syariah.

Di antara gebrakan Mahyeldi dalam memimpin Sumbar sebagai pilot project penerapan ekonomi syariah yaitu melakukan konversi Bank Nagari dari bank konvensional ke bank umum syariah yang saat ini sedang dalam proses, program wakaf uang, hingga pengembangan koperasi berbasis syariah.

“Kita bersyukur atas apresiasi yang dari Wakil Presiden. Hal ini menandakan upaya pengembangan ekonomi syariah di Sumbar semakin diakui dan didukung secara nasional. Semoga bisa menjadi penambah semangat bagi semua pihak yang yang terlibat dalam pengembangan ekonomi syariah di Sumbar,” ujar Mahyeldi.

Pada pertemuan dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Gubernur Mahyeldi juga mengusulkan Syekh Sulaiman Ar-Rasuly atau biasa dikenal dengan nama Inyiak Canduang untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Mahyeldi juga menyebut, PERTI berperan penting memperjuangkan dan pembangunan bangsa, serta fokus pengkaderan umat dalam wadah pendidikan Islam berlandaskan dengan I’tiqad Ahlussunnah Waljamaah dan Mazhab Syafi’iyah.

Menurut Mahyeldi, Pemprov Sumbar berkomitmen bahu-membahu bersama PERTI membangun pemerintahan daerah dengan pondasi awalnya pembangunan umat.

“Pembangunan umat berarti segala-galanya bagi pembangunan daerah. Tanpa pembangunan umat, pembangunan di sisi-sisi lain sulit diwujudkan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Ma’aruf Amin mengucapkan selamat Milad ke-95 kepada PERTI. Menurutnya, mendekati usia ke-100 tahun, PERTI yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar-Rasuly pada 5 Mei 1928 di Canduang, Agam, telah banyak berbuat mendukung kemajuan bangsa di bidang pendidikan, dakwah dan sosial kemasyarakatan.

“Kehadiran saya di Milad ke-95 PERTI ini bentuk komitmen pemerintah menjaga hubungan baik dengan lapisan masyarakat, termasuk PERTI,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ma’aruf Amin mendukung usulan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah yang menginginkan Syekh Sulaiman Ar-Rasuly ditetapkan sebagai pahlawan nasional. “Saya menyambut baik Milad PERTI ini dan mendukung Syekh Sulaiman Rasuly ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Saya mendukung langkah-langkah besar PERTI jelang usia ke–100 tahun,” paparnya.

Ma’aruf Amin berharap, PERTI ke depannya terus berperan menyiapkan SDM yang unggul berkompetensi dan mempunyai akhlak yang mulia.

Dalam kunjungan ke Sumbar, Wapres Ma’ruf Amin didampingi Istri Wury Estu Handayani, serta Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W. S., Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi dan Arif Rahmansyah Marbun, Tim Ahli Wapres Farhat Brachma, Kepala Baznas Noor Achmad, serta Plt. Direktur Eksekutif KNEKS Taufik Hidayat. (AD.ADPSB)

Related posts

DPRD Sumbar Bentuk Pansus LKPJ, Capaian Progul Gubernur Menjadi Fokus

Ekos Albar Apresiasi Polda Sumbar, 2000 Personil Turun Goro di Pantai Padang

Benahi Pelayanan Dasar, IPM Sumbar Lampaui Rata-rata Nasional