WAKIL Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Suwirpen Suib, menerima ratusan aspirasi dari masyarakat Kota Padang selama agenda reses perorangan masa persidangan ketiga tahun 2022-2023. Reses tersebut berlangsung selama beberapa hari di berbagai kelurahan.
“Aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat meliputi berbagai hal, mulai dari pemenuhan infrastruktur hingga permintaan bantuan sosial,” ujar Suwirpen Suib kepada KORAN PADANG, Kamis (3/8) di Padang.
Masyarakat Kuranji Sampaikan Aspirasi
Dalam salah satu kunjungan Suwirpen Suib ke Kecamatan Kuranji, masyarakat meminta pembangunan bendungan batang Kuranji yang telah terhenti untuk dilanjutkan kembali. Masyarakat merasa bahwa pembangunan bendungan tersebut sangat penting untuk mengatasi ancaman abrasi dan mengontrol debit air sungai yang menjadi deras saat musim penghujan.
Selain itu, masyarakat Kuranji juga menginginkan pembangunan jalan baru yang menghubungkan Kuranji ke Pasar Baru Pauh. Masyarakat berharap jalan tersebut dilengkapi dengan penerangan dan perbaikan tikungan-tikungan yang terlalu tajam yang sering menyebabkan kecelakaan. Permintaan bantuan sembako murah juga menjadi salah satu aspirasi dari masyarakat.
Serap Aspirasi Masyarakat Lubuk Minturun
Dalam kegiatan reses itu, banyak aspirasi yang ditampung oleh Suwirpen Suib selaku wakil rakyat.
Suwirpen Suib, saat diwawancarai mengatakan bahwa dia perlu mendengarkan aspirasi warga selama reses agar dapat menampung keluhan dan permintaan dari masyarakat.
Dia berjanji akan menindaklanjuti semua aspirasi tersebut dan membahasnya dalam rapat komisi-komisi DPRD. Suwirpen juga menjelaskan bahwa beberapa aspirasi akan dibahas oleh DPRD Kota Padang, sementara aspirasi lainnya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Bantuan Bedah Rumah untuk Masyarakat Miskin
Selain menampung aspirasi masyarakat terkait infrastruktur dan pelayanan publik, Suwirpen Suib juga telah menyalurkan bantuan bedah rumah tak layak huni (RTLH) kepada puluhan masyarakat miskin di Kota Padang. Kali ini, bantuan bedah RTLH diberikan kepada 38 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung Suwirpen Suib kepada perwakilan penerima bantuan di Kantor Lurah setempat, Kamis (27/7) lalu.
“Alhamdulillah kami kembali menyalurkan bantuan bedah rumah tak layak huni di Kelurahan Binuang, Kecamatan Pauh. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Suwirpen Suib saat penyerahan bantuan yang bersumber dari dana pokok pikiran (Pokir) nya tersebut.
Pengalokasian anggaran bedah rumah ini berangkat dari keprihatinan Suwirpen, atas kondisi masih banyaknya rumah masyarakat yang tidak layak huni.
Total anggaran untuk bantuan bedah RTLH di Kelurahan Binuang mencapai Rp760 juta. Tiap KK akan mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta, dengan komposisi 75 persen dalam bentuk material bangunan dan 25 persen untuk biaya pengerjaan.
Untuk tahun 2023 ini, total bantuan RTLH dari Suwirpen yang disalurkan sebanyak 57 unit dengan total anggaran senilai Rp1,14 miliar. Selain Rp760 juta untuk 38 rumah di Kelurahan Binuang, sebelumnya bantuan serupa telah diserahkan kepada 19 KK di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. (*)