PADANG PARIAMAN, KP – Upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Kali ini, Universitas Mercubaktijaya bersama Pemerintahan Nagari Pilubang dan Puskesmas Nan Sabaris menjalankan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pencegahan Stunting Berbasis Pemanfaatan Pangan Lokal” di Nagari Pilubang, Kabupaten Padang Pariaman.
Program ini dipimpin oleh Ns. Fitri Wahyuni. S, M.Kep., Sp.Kep.An, dan telah dimulai sejak 29 September 2025.
Kegiatan secara resmi dibuka pada Jumat (3/10/2025), di Kantor Walinagari Pilubang. Acara dihadiri oleh Walinagari Pilubang, jajaran Puskesmas, tim pengabdian, kader posyandu, serta perwakilan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Walinagari Pilubang, Asrul, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
“Stunting adalah tantangan serius yang harus kita hadapi bersama. Dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang kita miliki, kita bisa mencegahnya sejak dini dan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program yang akan berlangsung hingga Desember 2025 ini mencakup lima komponen utama kegiatan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, serta evaluasi dan keberlanjutan program.
Tidak hanya berfokus pada penyuluhan teori, kegiatan juga melibatkan praktik langsung seperti pelatihan pengolahan makanan sehat berbasis pangan lokal serta penggunaan teknologi sederhana untuk menjaga keamanan dan keawetan pangan.
“Edukasi pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi salah satu fokus utama program ini. Masyarakat diajarkan mengolah bahan-bahan seperti singkong, pisang, labu, dan ikan yang kaya gizi namun mudah diakses,” kata Fitri Wahyuni selaku ketua tim pengabdian masyarakat Universitas Mercubaktijaya.
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, masyarakat terutama ibu hamil dan ibu balita, diharapkan semakin sadar dan terampil dalam menyusun menu bergizi seimbang untuk keluarga.
Agar program berjalan berkesinambungan, kegiatan ini diintegrasikan dengan aktivitas Posyandu yang rutin dilaksanakan di nagari.
Setiap sesi Posyandu akan diselingi dengan edukasi mengenai pencegahan stunting dan pemanfaatan pangan lokal secara berkala.
“Kegiatan ini tidak hanya menargetkan penurunan angka stunting, tetapi juga bertujuan memberdayakan masyarakat agar mandiri secara pangan dan gizi,” kata Fitri Wahyuni.
Pihaknya berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang bisa direplikasi di nagari-nagari lain.
Melalui sinergi antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat, Nagari Pilubang kini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lokal mampu mendorong pencegahan stunting dan membangun kemandirian gizi secara berkelanjutan. (rls)