Limapuluh Kota Jadi Lokasi Ketiga Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbar

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy saat berkoordinasi dengan jajaran kementerian di Jakarta. Hasil pertemuan menetapkan Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai lokasi ketiga pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbar.

PADANG, KP — Pemerintah Pusat resmi menambah satu daerah lagi di Sumatera Barat sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yaitu Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebelumnya, program pendidikan gratis berasrama ini hanya dialokasikan untuk Kabupaten Solok dan Dharmasraya.

Kepastian itu diperoleh usai pertemuan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, bersama Bupati Lima Puluh Kota, Safni, dan Bupati Solok dengan jajaran Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial serta Direktorat Jenderal Strategis Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (11/11).

“Dari hasil koordinasi yang kita lakukan, Sumatera Barat mendapat tambahan satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Setelah Solok dan Dharmasraya, kini juga di Kabupaten Lima Puluh Kota,” ujar Vasko di Jakarta, Rabu (12/11).

Vasko menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kementerian teknis menjadi kunci percepatan program nasional di tingkat daerah. Ia menekankan, daerah harus aktif dan siap bergerak cepat menyiapkan dukungan, termasuk penyediaan lahan.

Sementara, Bupati Lima Puluh Kota Safni menyampaikan bahwa penetapan daerahnya sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat akan membuka akses pendidikan yang lebih setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Program ini sangat berarti bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Limapuluh Kota. Kami siap mendukung penuh agar pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya.

Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, terutama yang masuk kategori desil 1–2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah ini dirancang berkonsep berasrama penuh, mencakup jenjang SD hingga SMA, dengan seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan asrama ditanggung negara. Setiap unit pembangunan diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp200 miliar. (mas)

Related posts

Wako Hendri Arnis Tekankan Larangan HP di Sekolah

Motivasi Siswa SMK di Bimtek Literasi, Muhidi Ceritakan Pengalaman Saat Jadi Pekerja Kasar

256 Lulusan AKBP-STIE “KBP” Padang Diwisuda, Ini Pesan Kampus