PAYAKUMBUH, KP – Belum maksimalnya penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi berdampak pada sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di wilayah kerja Cabang Dinas (Cabdin) IV.
Sekolah mengeluhkan masih belum terpenuhinya kuota yang telah disediakan. Kondisi kekurangan siswa atau belum terpenuhinya kuota itu tidak tahun ini saja terjadi, namun telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini juga tidak teratasi meski Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat melakukan perubahan atau perpanjangan pendaftaran PPDB bagi sekolah yang daya tampungnya belum terpenuhi. Perubahan perpanjangan pendaftaran PPDB mulai 4 hingga 8 Juli 2023 mendatang.
Kepala SMAN 5 Payakumbuh Efda Sofliarni, mengakui bahwa PPDB jalur zonasi belum berjalan maksimal.
“Sesuai anjuran, pihak sekolah harus menghindari irisan untuk penerimaan jalur zonasi. Sebab, calon siswa yang berada di daerah atau zona irisan tentu akan mendaftar ke sekolah terdekat dibanding ke sekolah sesuai zonasi,” sebut Efda Sofliarni didampingi Fatma Sari, ketua panitia PPDB di sekolah yang memiliki kelas boarding (asrama) itu, Selasa (4/7).
Efda menjelaskan, daerah atau zona irisan merupakan zona di wilayah perbatasan. Dalam zona irisan, zona atau lokasi tempat tinggal siswa lebih dekat dengan sekolah di zona lain dari pada di zona sendiri.
“Calon siswa yang tinggal di zona irisan lebih memilih mendaftar di sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Padahal, sesuai zonasi, mereka seharusnya mendaftar di sekolah kita ini,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, akibat belum maksimalnya pelaksanaan PPDB jalur zonasi, kuota 9 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah calon siswa yang akan diterima sebanyak 324 orang baru terpenuhi 128 orang.
“Sehingga, kekurangan calon siswa baru kita masih banyak,” ujarnya.
Tidak hanya karena belum maksimalnya penerapan jalur zonasi atau berdasarkan tempat tinggal dalam PPDB tahun ini, persentase jalur prestasi yang dinilai cukup tinggi juga mengakibatkan anak berprestasi tidak mendaftar di sekolah zona mereka seharusnya mendaftar.
“Persentase PPDB di jalur prestasi kita harapkan bisa dikurangi ke depannya, sehingga anak-anak berprestasi yang ada di zona SMAN 5 mau mendaftar di sekolah ini,” kata Efda. (dst)