Program Padang Juara, 12.606 Siswa Terima Seragam dan LKS Gratis dari Pemko

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyerahkan bantuan seragam sekolah gratis melalui program Padang Juara, di SDN 03 Alai, Jumat (11/7/2025).

PADANG, KP — Ribuan orang tua siswa dari keluarga kurang mampu di Kota Padang menyambut gembira program bantuan seragam sekolah gratis yang digulirkan Pemerintah Kota Padang melalui Program Unggulan (Progul) ‘Padang Juara’. Sebanyak 12.606 siswa baru di tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Padang menerima enam stel seragam lengkap menjelang tahun ajaran baru.

Pagi itu, Jumat (11/7/2025), suasana halaman SDN 03 Alai, Kecamatan Padang Utara, tampak dipenuhi para orang tua. Mereka datang lebih awal dengan harapan membawa pulang seragam sekolah gratis untuk anak-anak mereka.

Penyerahan bantuan seragam sebanyak enam stel per siswa dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di SDN 03 Alai. Ia menegaskan bahwa program ini adalah upaya pemerintah untuk menjembatani kesenjangan ekonomi sekaligus membangkitkan semangat belajar generasi muda.

“Ini bukan sekadar pembagian seragam. Kami ingin membangun motivasi anak-anak untuk terus belajar. Insya Allah, setelah ini akan ada LKS gratis menyusul,” ujar Maigus.

Ia juga berpesan agar orang tua turut membentuk karakter anak-anak melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Kepala SDN 01 Ulak Karang, Zulhendri, menyampaikan apresiasinya atas Program Padang Juara yang memberikan bantuan seragam dan LKS gratis kepada peserta didik baru yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Program ini sangat membantu siswa-siswi kami, terutama yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Bukan hanya meringankan beban biaya pendidikan, tapi juga meningkatkan rasa percaya diri anak-anak saat masuk sekolah,” ujar Zulhendri.

Ia mengatakan, dari total peserta didik baru di SDN 01 Ulak Karang, sebagian besar berasal dari keluarga yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Melalui program ini, kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para orang tua. Banyak yang awalnya khawatir soal biaya masuk sekolah, kini merasa tenang dan lebih fokus mendampingi anak-anaknya belajar,” ungkapnya.

Zulhendri berharap, program ini terus dilanjutkan bahkan diperluas cakupannya ke tahun-tahun berikutnya. Ia juga menilai bahwa bantuan ini menjadi bukti konkret bahwa pemerintah kota hadir dan berpihak pada masa depan pendidikan anak-anak di Kota Padang.

“Ini bukan sekadar seragam. Ini adalah bentuk perhatian dan dorongan semangat dari pemerintah kepada generasi penerus bangsa,” tutup Zulhendri.

Senada, Kepala SDN 03 Alai, Anri menyebut, program ini sangat positif, tidak hanya membantu secara ekonomi, tapi juga memupuk rasa percaya diri dan semangat anak-anak dalam menyambut tahun ajaran baru,” ucapnya.

Di lokasi berbeda, Wali Kota Padang Fadly Amran juga menyerahkan secara simbolis Kartu Padang Juara, di SMPN 2 Padang. Kartu ini menjadi identitas penerima bantuan yang meliputi enam stel seragam dan paket Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis.

“Program ini hadir agar tidak ada anak-anak di Padang yang tertinggal pendidikan karena kendala biaya. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban orang tua dan memotivasi siswa untuk terus belajar meraih cita-cita,” kata Fadly Amran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova menjelaskan, bantuan menyasar siswa baru kelas 1 SD/MI dan kelas 7 SMP/MTs baik negeri maupun swasta yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Setiap siswa menerima enam stel seragam, yaitu merah-putih, pramuka, batik, olahraga, muslim/muslimah, dan pakaian adat daerah (basiba/taluk balango). Semua pembiayaan bersumber dari APBD Kota Padang,” jelas Yopi.

Total anggaran yang dikucurkan untuk program ini mencapai Rp16,9 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 12.606 siswa, yang terdiri atas 6.272 siswa SD, 165 MI, 5.647 SMP, dan 522 MTs.

Dengan bantuan ini, Pemko Padang berharap tidak ada lagi siswa yang terhambat mengikuti pendidikan karena persoalan biaya, sekaligus memastikan bahwa setiap anak berhak mendapat kesempatan belajar dalam kondisi yang layak dan setara.

Apresiasi dari Orangtua Siswa

Lenni, seorang pedagang kue, tampak haru saat menggandeng tangan kecil putrinya, Naila Aurelia.

“Saya senang sekali, enam stel seragam itu sangat berarti bagi kami. Anak saya masuk lewat jalur afirmasi karena saya terdata di DTKS,” ujarnya, di SDN 03 Alai.

Cerita serupa datang dari Silvina, seorang pekerja laundry dari Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto. Ia mengaku awalnya hampir membeli seragam dari uang tabungan seadanya. Namun, setelah mencari informasi dan mengurus berkas di kelurahan, ternyata ia termasuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Semua prosesnya cepat. Alhamdulillah, akhirnya saya menerima bantuan ini. Rezeki yang tak disangka-sangka,” ungkap Silvina.

Bagi keluarga dengan penghasilan tak menentu, kebutuhan sekolah kerap menjadi beban berat. Di sinilah program bantuan seragam gratis menjadi oase di tengah keterbatasan ekonomi.

Vivi, warga Ulak Karang, menyebut bantuan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah yang nyata.

“Seragam ini bentuk kasih sayang pemerintah kepada kami. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ucapnya sembari membantu anaknya mengenakan pakaian sekolah baru.

Sementara itu, Leni Anggraini, ibu rumah tangga dari Tabing, menyampaikan rasa harunya.

“Alhamdulillah, sangat meringankan kami sebagai orang tua. Anak-anak juga jadi lebih semangat bersekolah,” ujarnya. (rls)

 

Related posts

Aturan Zonasi dan Prestasi PPDB Padang Diubah

Wako Hendri Arnis Tekankan Larangan HP di Sekolah

Motivasi Siswa SMK di Bimtek Literasi, Muhidi Ceritakan Pengalaman Saat Jadi Pekerja Kasar