Sabar AS: Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp1,2 Miliar pada 2024

PASAMAN, KP – Peringatan Hari Guru Nasional ke-78 di Kabupaten Pasaman tahun 2023 meriah. Kegiatan dipusatkan di halaman kantor Bupati Pasaman pada Selasa (21/11).

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai kegiatan olahraga antar guru dari seluruh Kabupaten Pasaman, termasuk pertandingan tenis meja dan voli.

Ketua PGRI Pasaman, Noviar, menyatakan PGRI Pasaman belum pernah mendapat bantuan anggaran dari APBD Pasaman sebelumnya. Namun, untuk tahun anggaran 2024, PGRI Pasaman telah mendapat bantuan kegiatan dari APBD Pasaman, menjadi suatu hal yang menggembirakan dan diharapkan dapat membawa perkembangan yang lebih baik bagi organisasi guru tersebut.

Sementara itu, Plt Bupati Pasaman, Sabar AS, turut serta dalam acara tersebut dengan melepas gerak jalan santai.

Sabar AS menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap kegiatan yang meriah tersebut.

Selain itu Sabar AS juga mengungkapkan rencana Pemkab Pasaman dengan keluarga almarhum Nasrun, seorang guru yang meninggal saat bertugas di daerah pelosok Pasaman, untuk memindahkan makamnya dari Jorong Patomuan, Mapat Tunggul Selatan ke tempat lain yang lebih baik.

Dia juga menyebut peningkatan anggaran untuk pendidikan di Kabupaten Pasaman sebagai bagian dari program prioritas Pasaman cerdas. Anggaran untuk biaya pendidikan telah ditingkatkan dari Rp800 juta pada tahun sebelumnya menjadi sekitar Rp1,2 miliar untuk tahun 2024.

“Kita berharap agar Hari Guru menjadi momentum bagi guru-guru untuk meningkatkan peran mereka demi kemajuan pendidikan, baik secara nasional maupun khususnya di Pasaman,” harapnya.

Acara gerak jalan ini juga menyajikan ratusan hadiah doorprize yang dibagikan di halaman GOR Tuanku Rao setelah ribuan guru berpartisipasi dalam jalan santai di sepanjang rute kota Lubuk Sikaping. (nst)

Related posts

MAN 3 Padang Perkuat Karakter Religius Siswa Melalui Pembiasaan Puasa Sunah

Delapan Siswa Kota Padang Raih Beasiswa Full S1 Internasional, Dibiayai hingga Lulus

Padang Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah, Saat Ini Masih 6.615 Anak