Tekan Persoalan Sosial, Sekolah Keluarga Diluncurkan di Bukittinggi

Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Yesi Endriani, menyampaikan paparan mengenai penguatan program ketahanan keluarga, di Bukittinggi.

BUKITTINGGI, KP — Program Sekolah Keluarga resmi digulirkan di Kota Bukittinggi sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan domestik dan menekan berbagai persoalan sosial. Langkah ini membidik penanganan komprehensif terhadap masalah stunting, tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, hingga gangguan kesehatan mental yang marak terjadi pada remaja.

Edukasi menyeluruh dinilai menjadi kunci utama karena pelemahan fungsi keluarga memicu maraknya penyimpangan perilaku generasi muda. Penguatan institusi terkecil masyarakat ini mencakup aspek kesehatan, ekonomi kreatif, pola asuh anak, hingga pemahaman agama.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Yesi Endriani, mengalokasikan anggaran aspirasi sebesar Rp500 juta guna mendukung penuh program strategis tersebut. Dana yang disalurkan lewat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini menyasar pembekalan tokoh masyarakat dan kader perempuan.

“Melalui Sekolah Keluarga, kita ingin anak-anak tidak mengalami stunting, masyarakat terhindar dari TBC maupun HIV/AIDS,” kata Yesi, Rabu (1/7).

Selain kader di tingkat kelurahan, sasaran bimbingan teknis program ini diperluas hingga menyentuh para guru SMA. Pelibatan tenaga pendidik bertujuan mempercepat deteksi dan penanganan dini masalah kejiwaan remaja di lingkungan sekolah.

Materi pemberdayaan ekonomi turut disisipkan secara praktis untuk membantu ketahanan finansial rumah tangga peserta. Salah satunya melalui pelatihan pengolahan sampah menjadi maggot sebagai alternatif sumber pendapatan baru masyarakat. (fai)

Related posts

Bupati Hendrajoni Evaluasi Total Kepala Sekolah

Gerakan Ayah Ambil Rapor, SDN 04 Terandam Dorong Keterlibatan Orang Tua

BAZNAS Padang Buka Beasiswa Binaan, Biayai Mahasiswa Hingga Semester 8