PADANG – Prosesi wisuda ke-89 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN-IB) Padang menjadi sejarah baru bagi perjalanan salah satu kampus Islam terbesar di Indonesia ini.
Pasalnya, prosesi wisuda yang dilakukan selama dua hari tersebut (29-28/5) untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kampus III yang terletak di Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Rektor UIN-IB Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd, saat memberikan sambutan pada prosesi wisuda hari pertama mengatakan, wisuda ke-89 menjadi momentum penting dalam sejarah panjang UIN-IB Padang, baik untuk saat ini maupun ke depan. Rapat senat terbuka dalam upacara Wisuda Doktor, Magister, dan Sarjana akan diselenggarakan di Kampus III UIN-IB Padang.
Rektor mengatakan, alumni UIN-IB Padang harus mampu menjadi oksigen dalam kehidupan sosial masyarakat dengan tidak mendahulukan kepentingan golongan, namun mampu menjadi penyejuk yang dibutuhkan oleh sendi-sendi sosial masyarakat. Para alumni yang lahir dari rahim UIN-IB Padang telah dibekali dengan kompetensi profesional dan keagamaan.
“Pastinya mencintai agama, bangsa, dan negara dalam satu nafas yang siap mengabdi di tengah masyarakat,” katanya.
Rektor juga mengajak semua unsur untuk melihat ke depan dan menyikapi proyeksi megatren dunia tahun 2045. Penduduk dunia tahun 2045 diproyeksikan berjumlah 9,45 miliar, artinya bertambah 2,1 miliar dari tahun 2014. Lebih dari separuh dari angka tersebut disumbangkan oleh Afrika, namun porsi jumlah penduduk Asia masih menduduki posisi terbesar yakni 55 persen.
“Bonus demografi itu akan menjadi tantangan yang harus dipersiapkan mulai dari sekarang. Urbanisasi, arus migrasi, dan penduduk usia lanjut akan menjadi konsentrasi permasalahan yang harus dikelola,” katanya.
Lebih lanjut rektor mengatakan, pada wisuda bersejarah yang ke-89 ini, UIN-IB Padang mewisuda sebanyak lebih dari 1260 wisudawan dengan berbagai program studi. Pada hari pertama, ada sebanyak 635 wisudawan dan dilaksanakan perdana di gedung J Academica Center dan Multipurpose kampus III, Sungai Bangek.
Hari pertama diikuti oleh Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA), dan Pascasarjana.
Sementara wisuda hari kedua diikuti sebanyak 615 wisudawan yang berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) sebanyak 364 orang, Fakultas Syariah (FS) sebanyak 243 orang, dan Fakultas Sains dan Teknologi sebanyak 11 orang.
Dia menyampaikan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan UIN-IB Padang yang terus meningkat. Hal tersebut terlihat dari data peminat Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun 2023.
UIN-IB Padang menduduki peringkat pertama sebagai kampus yang paling diminati di Pulau Sumatera dan peringkat kelima dari 59 PTKIN seluruh Indonesia.
Dalam transformasi menuju kampus bereputasi, UIN-IB Padang terus berbenah dalam menyediakan akses pendidikan yang berkualitas. Dia menyampaikan capaian tahun 2023 program studi di UIN-IB Padang telah memperoleh akreditasi dari BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan (LAMDIK) dengan predikat “unggul”.
Dalam bidang peningkatan sumber daya manusia, sepanjang tahun 2021 sampai sekarang, UIN-IB Padang telah mencatatkan pertambahan guru besar yang cukup signifikan, yaitu delapan orang guru besar dalam berbagai bidang ilmu dan program studi siap mendedikasikan diri untuk pengembangan keilmuan, lembaga, dan masyarakat.
“Kami telah memproyeksikan dan menyiapkan berbagai program akselerasi sehingga sampai akhir tahun 2025, setiap program studi akan melahirkan para guru besar baru,” katanya.
Pada hari kedua wisuda ke-89 UIN Imam Bonjol Padang, diumumkan 5 lulusan terbaik dan 3 bintang aktivis kampus.
Wisudawan/i lulusan terbaik itu yakni, Tia Infanka, IPK: 3.92, S1 Hukum Ekonomi Syariah. Rahmatul Wahid, IPK: 3.89, S1 Tadris Matematika. Rafika Fitria Gunawan, IPK: 3.75, S1 Sistem Informasi.
Kemudian untuk bintang aktivis kampus yakni, Yendri Saputra, IPK: 3.84, S1 Hukum Keluarga.
Fatiqia Rahma, IPK: 3.79, S1 Hukum Keluarga. Abdul Kodir Jailani, IPK: 3.67, S1 Pendidikan Agama Islam. Hanesty Faradila, IPK: 3.77, S1 Pendidikan Agama Islam. Innamul Ikwana, IPK: 3.48, S1 Sistem Informasi.
Pada wisuda hari kedua tersebut, Walikota Padang, Hendri Septa juga menyampaikan orasi ilmiah dihadapan ratusan wisudawan. Ia berharap wisudawan UIN-IB Padang bisa berkontribusi dalam seluruh sektor, terutama dalam dunia pendidikan.
Secara garis besar, Pemerintah Kota Padang selalu terbuka terhadap generasi muda dalam membangun daerah, sesuai dengan visi misi Kota Padang dalam membangun masyarakat madani. UIN-IB menjadi salah satu garda terdepan dalam mencetak SDM ke arah tersebut. (*)