PADANG, KP – Universitas Ekasakti (Unes) Padang mengukuhkan dua Guru Besar dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Pertanian, dalam Rapat Senat Terbuka Unes di Auditorium Kampus tersebut, Senin (27/11).
Pengukuhan dua Guru Besar Unes ditandai dengan pemasangan kalung Guru Besar oleh Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin.
Dua Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. I Ketut Baduraga, sebagai Guru Besar tetap dalam bidang Ilmu Teknologi Pengolahan pada Fakultas Pertanian, dan Prof. Dr. H. Agussalim, sebagai Guru Besar tetap dalam bidang Manajemen dan SDM pada Fakultas Ekonomi.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. I Ketut Baduraga mengangkat judul “Peranan Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Berbasis Sumber Daya dan Kearifan Lokal Untuk Mewujudkan Pangan Sehat”.
Ia menyatakan, perubahan terkini dalam perilaku pembelian pangan oleh konsumen menekankan aspek kenyamanan dan dampak produksi kegiatan pengolahan makanan terhadap kesehatan dan lingkungan.
Oleh karena itu, peranan teknologi pengolahan dan pengawet pangan berbasis sumber daya dan kearifan lokal sangat penting dalam mewujudkan pangan sehat.
Sementara Prof. Dr. H. Agussalim, dalam orasi ilmiahnya dengan judul “Bidang Manajemen dan Sumber Daya Manusia”, menjelaskan bahwa dalam praktek Manajemen sumber daya manusia, kinerja bisnis dan keuangan tidak secara langsung ditentukan oleh hasil karyawan, tetapi lebih dipengaruhi oleh pemicu kinerja (lead indicators). Respons kebijakan manajerial yang positif dari karyawan sangat penting dalam meningkatkan kinerja bisnis dan keuangan.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Padang, Prof Dr Andi Suryaman Mustari Pide, memberikan apresiasi atas keberhasilan kedua Guru Besar Unes Padang. Ia mengucapkan selamat kepada Prof Dr. Agussalim dan Prof Dr. Ir. I Ketut Baduraga atas karya tulisan yang spektakuler.
“Dua karya tulis ini sama-sama memuat nilai-nilai yang selama ini saya gaungkan dalam forum-forum karya ilmiah, yakni tentang konsep berkeadilan dan tatanan yang mengandung kearifan lokal, kendati keduanya memuat perspektif keilmuan yang berbeda,” jelasnya.
Sebagai guru besar hukum dan pemerhati kearifan lokal, ia memberikan penghargaan kepada kedua guru besar karena telah berani mengangkat isu besar tersebut yang merupakan keprihatinan bersama terhadap kondisi sosial saat ini.
Ia berharap agar kedua guru besar semakin membumi dalam mengembangkan nilai-nilai keilmuannya.
Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin menyatakan bahwa keberhasilan kedua Profesor ini untuk mencapai Guru Besar melalui perjuangan akademik yang panjang dengan berbagai penelitian dan hasil karya ilmiah yang diiringi dengan dedikasi yang tinggi. Dua Guru Besar tersebut telah menunjukkan keunggulan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor berharap keberadaan Prof Agussalim dan Prof I Ketut Baduraga di lingkungan perguruan tinggi menjadi pilar penting dalam misi Universitas dalam menyebarkan ilmu pengetahuan, mendidik generasi muda yang profesional, dan berkontribusi terhadap penelitian untuk memajukan masyarakat Indonesia.
“Maksud utama seorang dosen dalam meraih gelar tertinggi bukan hanya untuk akses sosial dan materi, tetapi terkait dengan idealisme tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan pendidikan di Unes, termasuk bagi bangsa dan negara,” jelas rektor.
Di tempat yang sama Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Afdalisma mengucapkan selamat dan sukses kepada kedua Guru Besar atas pengukuhan mereka.
Menurut Afdalisma, dengan pengukuhan kedua guru besar ini, diharapkan mereka dapat memberikan manfaat dan mengamalkan ilmu pengetahuan mereka, baik bagi Unes maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Wilayah X.
Guru Besar diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi yang lebih besar dalam usaha mewujudkan harapan dan cita-cita dosen di Unes untuk menjadi guru besar. (nda)