AGAM, KP – Perbaikan lahan untuk rencana pembangunan Kantor Wali Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam dengan menggunakan alat berat membutuhkan kajian teknis yang komprehensif. Pasalnya, material berupa pasir yang ada di lokasi tersebut apabila tergerus air hujan akan dapat berdampak buruk bagi areal persawahan masyarakat yang berada di bawahnya.
Sekretaris Camat Palupuh, Siwa Usman mengatakan, setelah peresmian Nagari Nan Limo menjadi nagari definitif pada 22 Desember 2022 lalu, masyarakat sempat menyampaikan aspirasi secara lisan soal permohonan alat berat kepada Bupati Agam.
Beberapa hari setelah itu, dirinya selaku Penjabat (Pj) Wali Nagari Nan Limo mengkroscek lokasi yang akan menjadi lahan rencana pembangunan kantor wali nagari yang berada di Jorong Tunggua Banio Bateh Rimbang.
“Dari hasil cek lapangan tersebut, ditemukan lubang aliran air yang cukup dalam yang belum diketahui ke mana muaranya. Sehingga, perlu dilakukan kroscek lebih lanjut atau dengan kata lain perlu dilakukan kajian secara teknis,” ujar Siwa, Jumat (29/9).
Selain itu ungkapnya, di lokasi yang sama pernah dilakukan pembersihan lahan menggunaan alat berat. Namun, material sisa pembersihan berupa pasir terbawa air dan berdampak pada sawah masyarakat Jorong Sungai Baluka yang berada persis di bawahnya.
“Menyikapi kondisi tersebut, kita perlu hati-hati dan sangat berharap agar permasalahan yang sama tidak terulang lagi. Salah satunya dengan melakukan kajian teknis terlebih dahulu melibatkan tim ahli,” ulasnya.
Ia menjelaskan, secara aturan untuk kegiatan pembangunan kantor wali nagari tersebut harus tertuang dalam RPJM Nagari Nan Limo. RPJM tersebut dibuat dan disusun oleh wali nagari terpilih hasil pilwana beberapa waktu lalu.
“Diharapkan kajian teknis tersebut dijadikan bahan pertimbangan oleh wali nagari dalam membuat dan merencanakan sebuah program kegiatan,” tuturnya.
Di samping itu, sebagai nagari baru, pihaknya juga belum memiliki anggaran untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik.
“Untuk itu, kita berharap agar masyarakat setempat dapat bersabar karena pemerintah tengah mencarikan jalan keluar yang terbaik,” pungkasnya. (rzk)