PAYAKUMBUH, KP – Seorang anak bernama Zafran (12 tahun) meninggal dunia akibat tersetrum listrik saat hendak mengecas handphone. Kejadian bermula, saat korban bermain handphone di kediamannya di Kelurahan Padang Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (3/1). Lalu korban hendak mengecas handphone-nya.
Namun, kondisi tangan korban basah karena baru selesai mencuci piring dan ketika mencolokkan cas menggunakan kabel round, tiba-tiba korban disengat listrik. Diduga, kabel tersebut terkelupas dan terjadi kontak dengan korban.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dr. Adnaan WD Payakumbuh, namun nyawa korban tidak tertolong. Saat ini, kejadian tersebut masih ditangani oleh pihak berwajib.
Diketahui, korban merupakan pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Mandala Kota Payakumbuh dengan posisi bek tengah. Jenazah siswa kelas VI SDN 31 Payakumbuh itu dimakamkan di pandam pekuburan Sicincin. Tterlihat hadir pelatih-pelatih bola, di antaranya Hermon dan Ade Chandra keduanya pelatih SSB Mandala, An Tanur pelatih Bintang Utama, Nur Akmal wali murid SSB Sago Team, kemudian juga hadir Kepala SDN 31 Irma Ilona serta guru-guru dan murid sekolah tersebut menaburkan bungga di atas pusara korban.
Pelatih SSB Mandala Hermon yang akrap disapa On menyebut, Zafran merupakan pemain andalan Mandala K-12, bahkan sudah naik tingkat ke K-13 dan ikut main di Liga Junior Payakumbuh yang sedang berlangsung dan berakhir pada 22 Februari 2024 nanti.
“Kami di SSB Mandala merasa kehilangan dan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum tenang di alam sana, semoga husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan tetap sabar,” ujar Mon.
Kepala SDN 31 Payakumbuh Irma Ilona menyebut, Zafran adalah siswa yang baik. Prestasinya di ekstrakurikuler sangat menonjol, misalnya di bola, namanya sangat harum.
“Kepergian alm Zafran untuk selama-lamanya membuat kami terpukul, semula kami tidak percaya, sebab kemaren di sekolah dan sempat mentraktir teman-temannya,” sebut Irma.
Sedangkan paman korban, Edison mengatakan, keponakannya itu memang selalu dia pantau karena orangtuanya sudah meninggal beberapa tahun lalu.
“Setelah dia mental ke lantai akibat disengat listrik itu, kami berusaha menyelamatkannya dengan melarikannya ke RSUD DR Adnaan WD Payakumbuh, ternyata di rumah sakit sudah menghembuskan nafas terakhirnya,” kata Edison dengan nada sedih. (dst)